Hapus Saja Tanda Tanya


mencari jejaknya stelah sekian lama terlupa
secara tiba - tiba ingin kembali bersua
seperti menulis banyak tanda tanya
ingin kembali menghapusnya karena tak ada guna
atau lebih - lebih jika hanya akan membuat kecewa
namun geregetan dan tak rela jika harus benar sirna

kemudian ada tanya, memangnya yang tersisa apa ?
mungkin hanya kenangan yang tidak seberapa
yang mungkin kamu saja sudah lupa
saat otak berontak menolakmu
hati semakin bergemuruh mencari caranya

lalu bagaimana???
ya sudah menyerah saja
tak akan ada satu jalanpun menuju kesana
matikan gelora, hapus tandatanya



2003 - 2006

ANALISA SINTAKSIS DAN SEMANTIK IKLAN A MILD VERSI “TAAT CUMA KALAU ADA YANG LIHAT”





A.    Analisa Sintaksis
Dalam iklan cetak diatas, sintaksis yang dianalisa adalah sebagai berikut :
1.      Manusia menggunakan kaca mata
Symbol ini  menunjukkan bahwa ada seseorang yang melihat sesuatu, dalam gambar diatas, orang berkacamata itu melihat orang yang menyeberang di zebracross.
2.      Callout Shape Merah
Callout bertuliskan “Tanya kenapa” merupakan tagline dari berbagai rangkain  iklan AMild. Mengunakan callout warna merah menegaskan bahwa hal itu penting dan harus dibaca, sedangkan tulisan “Tanya kenapa” berwarna putih sebagai kontras dari merah agar tulisan terlihat jelas.
3.      Logo rokok A mild
Logo produk disini menunjukkan bahwa gambar diatas adalah sebuah cara iklan cetak yang dibuat oleh rokok dengan brand AMild untuk promosi.
4.      Tulisan merah bukan basa basi
Tulisan “Bukan basa Basi” juga merupakan sebuah tagline dari rangkaian iklan AMild di berbagai versi lainnya. Berwarna merah karena itu merupakan sebuah penegasan komposisi yang menunjukkan AMild tidak hanya sekedar rokok yang biasa.
5.      Kacamata retro
Kacamata bermodel vintage inidigunakan karena sesuai dengan karakter wajah orang yg dijadikan model dalam iklan cetak tersebut. Rambut bob ala 70-an dan kumis tebal serta
6.      3 orang di zebracross
Orang dengan pakaian retro menyeberang zebracross dengan gesture baris berbaris dengan rapi
7.      Tulisan Tema iklan “Taat Cuma kalau ada yang lihat”
Dibawah iklan dituliskan tema iklan untuk
8.      Nama perusahaaan
Nama perusahaan ditulis dibawah dengan warna putih berlatar belakang merah. Nama perusahaan produsen adalah PT. Handjaya mandala sampoerna, tbk.


B.     Analisa Semantik
Dari penjabaran analisa sintaksis diatas maka secara semantik iklan AMild versi “Taat Cuma Kalau Ada Yang Lihat” adalah sebagai berikut :
Secara keseluruhan iklan versi cetak diatas mengangkat tema kritik sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia dan bisa juga kritik spiritual. Kalimat “Taat Cuma Kalau Ada Yang Lihat” bisa bermakna vertikal kepada hubungan manusia dengan Tuhan maupun horizontal dalam hal manusia kepada manusia lainnya. Dalam iklan tersebut kalimat itu diterjemahkan dalam sebuah gambar bertema retro dan kalimat “taat” itu  dimunculkan dengan gambar orang yang taat melewati jalan melalui zebracross dan symbol taat lagi  dipertegas  dengan cara berjalan 3 orang yang seperti gerakan baris berbaris. Raut muka dari orang yang di zoom kacamatanya menunjukkan raut muka  yang keras dan tegas, hal ini dapat diartikan bahwa yang melihat kita taat adalah orang yang memiliki kekuatan tersendiri misal kekuasaan, harta maupun status sosial masyarakat. Selain itu juga bisa melambangkan kerasnya kehidupan yang harus dijalani. Jadi sebagai masyarakat biasa pembaca secara tidak langsung adalah rakyat biasa yang harus taat, namun seringkali taatnya bila ada yang melihat saja. Urusan kecil saja seperti menyeberang di zebracross atau taat rambu lalu lintas sering dilanggar oleh masyarakat Indonesia. Disini pembuat iklan berusaha mengemas fenomena social itu dalam sebuah iklan rokok. Karena iklan rokok tidak boleh ditayangkan secara vulgar dan terus terang, maka tim kreatif pembuat iklan harus membuat sebuah iklan yang konsepnya kuat agar mudah diingat oleh masyarakat. Jadi bila melihat sebuah gambar atau tagline masyarakat langsung mengasiosasikan hal tersebut bahwa itu sebuah iklan dari sebuah produk rokok.
Secara lebih luas itu merupakan kritik social terhadap segala  aspek kehidupan masyarakat Indonesia dalam bekerja seringkali seeenaknya namun jika diawasi oleh atasan baru terlihat serius. Begitu juga anak sekolah, dalam melaksanakan ujian seringkali mencontek teman atau membawa contekan, namun bila diawasi dengan ketat oleh guru mereka taat. Dalam hubungan secara vertical terhadap yang maha kuasa seringkali manusia lalai dan merasa tidak diawasi oleh yang membuat hidup.



ANALISA IKLAN SHAMPO L’OREAL 5 TOTAL REPAIR




A.   Latar Belakang
L’oreal merupakan salah satu merk shampoo yang dikeluarkan oleh PT. L’oreal Indonesia, Tbk.  Sebuah shampo yang selama ini memposisikan diri  menyasar segmen middle up. Tampilan botol dan iklan yang selalu terlihat elegan dan menggunakan bintang iklan perempuan dewasa seperti Dian Sastro Wardoyo merepresentasikan bahwa L’oreal cocok untuk wanita sukses dan remaja perempuan yang inggin berkilau kehidupannya seperti Dian Sastro.
L’oreal merupakan sebuah brand kosmetik asal Perancis yang sudah terkenal  diberbagai belahan dunia. Apalagi ditunjang dengan pemilihan brand ambassador yang merupakan bintang berkilau dari berbagai Negara. L’oreal memberikan sebuah varian shampoo yang dipakai sehari – hari dengan meluncurkan shampoo L’oreal 5 total repair.
Indonesia merupakan pangsa pasar yang besar bagi semua produsen karena Indonesia memiliki penduduk sekitar 250juta, jika 10 % saja bisa dikuasai oleh L’oreal maka profit yang didapatkan bisa sangat besar. Oleh karena  itu untuk masuk ke pasar Indonesia pihak L’oreal sangat memperhatikan kualitas produk dan tentu saja meningkatkan promosi agar produknya dikenal luas oleh khalayak. Apalagi semua orang pasti membutuhkan shampoo dan digunakan sehari – hari. Berbagai nilai lebih ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

B.   Analisis SOSTAC
Dari uraian diatas maka analisa SOSTAC yang penulis sampaikan adalah sebagai berikut :
1.    Situation
Banyaknya brand shampoo yang memiliki nama besar di Indonesia membuat L’oreal yang merupakan salah satu brand yang memiliki market share yang signifikan dan loyal selalu melakukan inovasi produk agar tidak ditinggalkan oleh konsumen. Apalagi trend masyarakat Indonesia adalah suka bereksperimen terhadap berbagai merk untuk sebuah kategori barang yang sama. Gejala gonta ganti brand ini  dikenal dengan istilah brandswitching. Hal yang wajar mengingat mudahnya akses informasi untuk mendapatkan info tentang berbagai jenis produk dari berbai jenis saluran komunikasi. Iklan merupakan salah satu ujung tombak alat komunikasi antara produsen dengan konsumen yang disasar.  Lebih jauh lagi peran social media  mempermudah penyebaran informasi mengenai keunggulan sebuah produk sehingga sangat mempengaruhi loyalitas konsumen dalam menggunakan sebuah produk.
L’oreal yang sejak kemunculannya menyasar segmen middle up cukup diterima secara baik di masyarakat. Penjualan yang stabil dan sesuai target market yang tidak membuat L’oreal berhenti untuk memberikan inovasi pengembangan produk kearah yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pemilihan brand ambassador yang tepat seperti Dian Sastrowardoyo untuk pasar Indonesia sangat menguatkan karakter L’oreal sebagai sebuah shampoo untuk wanita dewasa yang elegan dan berkelas. Tampilan iklan simple dengan kekuatan kata dan karakter brand ambasadornya merupakan cirri khas L’oreal.
Kekuatan brand dan kepercayaan konsumen memang sudah dimiliki oleh L’oreal karena produk kosmetiknya telah merebut loyalitas masyarakat meengah atas. Pembelian terbesar produk shampo L’oreal dilakukan di pasar modern. Namun jika dilihat dari segi kompetitor yang semakin agresif untuk meraih pangsa pasar yang lebih tinggi maupun  banyak produk shampo baru yang mencoba mempenetrasi pasar maka kewaspadaan masih perlu ditingkatkan agar kondisi yang sudah ada bisa dipertahankan bahkan bisa ditingkatkan.
2.    Objectiveness
Dalam iklan terbaru edisi 5 total repair dengan brand ambassador Dian Sastro visi yang diusung oleh shampoo loreal adalah mengatasi 5 masalah rambut yang biasa dihadapi wanita hanya dengan sebuah botol shampo. Tidak perlu melakukan perawatan dengan membeli berbagai variasi produk yang tentu saja selain mengghabiskan banyak biaya juga menghabiskan waktu untuk pemakaiannya. Nilai ekonomis yang diusung dalam varian terbaru shampo L’oreal ini memang ditujukan untuk wanita karir yang aktif yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan perawatan rambut namun tetap ingin berpenampilan sangat menarik dengan rambut yang indah dan rapi.
Kerusakan rambut seperti rontok, mudah patah, bercabang, kusam dan sulit diatur dapat teratasi hanya dengan menggunakan sebuah shampoo dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan di berbagai pasar retail di Indonesia. Misi 5 total repair yang ditawarkan adalah : 1) Tetap kuat, 2) Tetap sehat, 3) Tampak lebih berkilau, 4) Terasa lebih lembut dan 5) mengurangi rambut bercabang.
Dengan lima keunggulan yang ditawarkan dalam varian baru tersebut diharapkan L’oreal mampu menambah pangsa pasar dan  loyalitas pengguna shampoo L’oreal tidak berpindah ke produk lain.
3.    Strategy
Dari visi misi yang dijabarkan diatas serta tujuan yang ingin dicapai dari peluncuran shampoo L’oreal 5  total repair maka strategy yang diterapkan adalah :
a.    Pengenalan produk baru terhadap khalayak dengan berbagai kegiatan promosi.
b.    Menjelaskan kelebihan produk 5 total repair
c.    Inovasi kandungan produk berupa Cemen Ceramide yang hanya terdapat dalam shampo L’oreal diharapkan menjaga loyalitas konsumen.
d.    Distribusi produk yang lebih luas dan menjangkau berbagai golongan masyarakat untuk perluasan pasar.
4.    Tactic
Dari strategy yan dijabarkan diatas, secara lebih rinci akan dijelaskan dalam beberapa taktik dibawah ini :
a.    Pengenalan produk baru terhadap khalayak dengan berbagai kegiatan promosi.
Promosi yang dilakukan adalah dengan menggunakan TVC dengan frekuensi yang tinggi pada saat prime time sehingga tidak hanya kalangan terbatas saja yang mengenal produk L’oreal, walaupun memang segmen pasar yang disasar adalah middle up. Selain itu iklan media cetak di berbagai majalah dan Koran juga dilakukan agar masyarakar aware terhadap sebuah produk shampoo dengan merk L’oreal. Apalagi brand ambassador yang digunakan adalah Dian Sastro yang merupakan aktris berprestasi yang banyak mendapatkan penghargaan dalam bidang acting. Citra positif yang dimilikinya juga nilai lebih untuk penegasan bahwa shampo L’oreal ditujukan untuk wanita berkelas yang elegan dan smart.
b.    Menjelaskan kelebihan produk 5 total repair
Dalam setiap promosi yang dilakukan maupun kemasan produk disebutkan kelebihan shampoo L’oreal yang mampu mengatasi 5 masalah yang biasa dialami wanita sekarang ini yaitu  patah, kering, kusam, rapuh dan bercabang akibat hair stylist yang berlebihan karena tuntutan penampilan maupun karena cuaca panas yang tentu saja terjadi di Negara tropis seperti Indonesia.
c.    Inovasi kandungan produk berupa Cemen Ceramide yang hanya terdapat dalam shampo L’oreal diharapkan menjaga loyalitas konsumen.
Kandungan bahan shampoo L’oreal yang tidak terdapat dalam shampoo lain ini merupakan penemuan terbaru untuk membanu menyehatkan rambut rusak dan memeliharanya untuk tetap sehat dan berkilau.  Didalam kemasan shampoo maupun dalam TVC dan iklan cetak kandungan ini disebutkan karena merupakan nilai lebih yang dimiliki oleh shampoo L’oreal.
d.    Distribusi produk yang lebih luas dan menjangkau berbagai golongan masyarakat untuk perluasan pasar.
Memang penjualan shampoo L’oreal sampai saat ini masih dikuasai oleh pasar ritel modern namun tidak akan diusahakan untuk menembus pasar dan took tradisional agar jumlah share market meningkat. Karena tentu saja setiap perusahaan pasti menginginkan kenaikan profit
e.    Promosi juga  melalui saluran Below  the Line
Beberapa promosi yang bisa dilakukan melalui saluran ini adalah sales promotion di beberapa franchise market seperti indomaret dan alfamart serta di supermarket seperti Carrefour. Sales promotion yang dilakukan adalah dengan menjual shampoo L’oreal kemasan 180ml  dengan harga normal namun mendapat bonus sebotol shampoo L’oreal 90ml namun dengan edisi terbatas. Dari program ini diharapkan masyarakat kembali membeli shampoo L’oreal karena merasa puas dengan kandungan produknya. Selain itu sponshorship terhadap kegiatan yang berkaitan dengan kecantikan juga bias menambah pengenalan produk kepada masyarakat.
5.    Action
Tindakan nyata yang dilakukan untuk merealisasikan visi misi dan tujuan peluncuran shampoo L’oreal 5 total repair adalah dengan melaksanakan taktik yang telah dirumuskan diatas. Kegiatan promosi maupun penjualan dilakukan oleh divisi yang berwenang  dan mengetahui betul bagaimana produk ini bisa meraih kepercayaan masyarakat dan akhirnya memutuskan untuk membeli.
6.    Control
Control yang dilalakukan adalah dengan melakukan kroscek antara perencanaan strategy dan taktik yang telah dibuat dengan action yang telah dilakukan.  Seberapa banyak masalah yang ditemui di lapangan dianalisis dan dicari penyebabnya untuk kemudian diberikan solusi. Selain itu analis progam pemasaran yang sudah berjalan apakah sudah sesuai dengan efek yang diharapkan atau malah merugikan perusahaan. Semua dievaluasi untuk merumuskan cara – cara baru agar tujuan yang ingin dicapai terlaksana.

C.   Analisis STP
Dari uraian diatas maka analisa STP yang penulis sampaikan adalah sebagai berikut :
1.    Segmenting
a.    Segmentasi Geografis
Secara geografis  yang dituju adalah masyarakat daerah perkotaan yang mudah menjangkau took ritel modern. Karena distribusi produk shampoo L’oreal masih terbatas di toko retail modern dan beberapa toko besar.
b.    Segmetasi Demografis
Shampo L’oreal ditujukan untuk segmen usia 18 – 45 tahun yang merupakan wanita yang aktif  dan mandiri serta perduli akan gaya hidup. Pendapatan kelas menangah atas menjadi sasaran  penjualan produk ini.
c.    Segementasi psikografis
Perilaku konsumen dengan tingkat pendidikan minimal sekolah menengah atas dengan mobilitas tinggi dan menaruh perhatian yang besar tentang gaya hidup.
2.    Targeting
Target market yang dituju adalah  dari status social ekonomi menengah atas dan masyarakat perkotaan karena tingginya nilai brand L’oreal itu sendiri sehingga mempermudah penetrasi pasar. Sehingga kehadiran shampoo L’oreal mudah diapresiasi dengan baik apalagi memang berkualitas.
3.    Positioning
Posisi yang diharapkan adalah shampoo L’oreal bisa eksis dan bertahan dalam persaingan pasar yang ketat terhadap banyaknya merk menengah atas yang juga mengeluarkan varian shampo dengan keunggulannya masing – masing.

D.   Analisis Unique Selling Point
Kelebihan shampoo L’oreal yang mampu mengatasi 5 masalah yang biasa dialami wanita sekarang ini yaitu  patah, kering, kusam, rapuh dan bercabang akibat hair stylist yang berlebihan karena tuntutan penampilan maupun karena cuaca panas yang tentu saja terjadi di Negara tropis seperti Indonesia.
Kandungan bahan shampoo Cemen Ceramide yang tidak terdapat dalam shampoo lain ini merupakan penemuan terbaru untuk membantu menyehatkan rambut rusak dan memeliharanya untuk tetap sehat dan berkilau.  Didalam kemasan shampoo maupun dalam TVC dan iklan cetak kandungan ini disebutkan karena merupakan nilai lebih yang dimiliki oleh shampoo L’oreal.
Misi 5 total repair yang ditawarkan adalah : 1) Tetap kuat, 2) Tetap sehat, 3) Tampak lebih berkilau, 4) Terasa lebih lembut dan 5) mengurangi rambut bercabang. Dengan lima keunggulan yang ditawarkan dalam varian baru tersebut diharapkan L’oreal mampu menambah pangsa pasar dan  loyalitas pengguna shampoo L’oreal tidak berpindah ke produk lain.
Selain itu kekuatan brand L’oreal sendiri merupakan sebuah nilai lebih yang dimiliki oleh shampoo ini karena disaat  produk lain masih mencari positioning yang tepat, L’oreal sudah mempunyai kualitas jika dilihat dari segi branding.

E.    Kesimpulan
 L’oreal 5 total repair merupakan sebuah shampoo yang dikeluarkan oleh L’oreal Paris yang  memposisikan diri sebagai sebuah shampoo untuk segmen middle up yaitu wanita dengan mobilitas tinggi dan peduli terhadar gaya hidup. Misi 5 total repair yang ditawarkan adalah : 1) Tetap kuat, 2) Tetap sehat, 3) Tampak lebih berkilau, 4) Terasa lebih lembut dan 5) mengurangi rambut bercabang. Misi itu terealisasikan karena shampoo ini mengandung Cemen Ceramide, sebuah zat yang bisa mengatasi masalah klasik rambut seperti patah, kering, kusam, rapuh dan bercabang.

Hidupmu sekarang, pilihanmu dimasa lalu….


Bukan hanya saya tapi semua orang pastinya pernah berdiri di tengah persimpangan. Masih bisa dibilang mudah jika persimpangannya ada dua dan tidak mendesak untuk memilih kemana akan melangkah segera. Namun jika persimpangannya bercabang empat atau lima? Dan kita harus memilihya segera, pasti jadi galau kan? pilihan pasti mengandung resiko dan beribu konsekuensinya. Disadari atau tidak semua yang terjadi sekarang terhadap hidup kita adalah pilihan yang pernah kita ambil sebelumnya.
Jika mau berfilosofi dengan kalimat “hidup adalah pilihan”, maka nyatanya memang demikian. Jangankan untuk hal – hal besar seperti menentukan kita akan sekolah dimana? Kuliah mengambil jurusan apa? Atau bahkan memilih pendamping hidup yang seperti apa? Akan mempengaruhi kehidupan kita kelak.  Pilihan teringan seperti siang ini makan apa saja bisa berbuntut panjang terhadap kehidupan. Misalkan sudah tahu sedang flu, tapi di siang yang panas nekad minum es yang memang terlihat segar, malamnya dijamin gak bisa tidur karena flu semakin parah. 
Tapi itulah manusia, kalau tidak ada tantangan dalam hidupnya kok rasanya datar – datar saja. Mungkin tidak berlaku bagi sebagian orang, maaf jika meng – generalisir, namun demikian dengan saya dan mungkin ada juga pembaca yang meng”iya”kan (saya jadi terlalu percaya diri kalau tulisan ini dibaca orang). Kadang kita sudah tahu itu “cobaan” tapi kok tetep “dicoba”.  Rasa penasaran dan pemikiran yang spekulatif membuat saya nekad melakukan  hal yang kadang gak masuk diakal manusia “waras”. Bukan berarti saya mengatakan diri saya sendiri gila, mungkin mencoba menjadi gila lebih tepatnya. Mencoba memilih langkah yang lebih besar daripada apa yang sebenarnya saya mampu perbuat. Bagi sebagian orang mungkin disebut mengambil resiko lebih dari apa yang bisa ditanggung.
Namun begitulah hidup menurut saya, jika jalan yang akan kita tempuh sudah jelas tak ada resikonya kok kurang mengena. Bukan takabur atau menantang pembuat hidup. Setiap orang punya prinsip  dan persimpangan mana yang akan dipilih untuk melanjutkan keeksisannya di dunia yang serba tidak pasti ini. Karena ketidakpastian itu kita berhak menjadi seseorang yang tak pasti juga, bercita setinggi apapun dengan mengimbangi usaha dalam kehidupan nyata.
Selanjutnya kembali kepada diri anda sendiri, ke persimpangan mana anda akan melangkah? Karena bisa saja didepan sana ada beribu persimpangan siap menanti anda untuk meniti jalan kembali kepadaNya.

Cinta Tak Bersyarat

Tak ada sedikitpun sesalku
Tlah bertahan dengan setiaku
Walau diakhir jalan
Kuharus melepaskan dirimu

Ternyata tak mampu kau melihat
Dalamnya cintaku yang hebat
Hingga ada alasan
Bagimu tuk tinggalkan setiamu

Demi nama cinta
Telah kupersembahkan hatiku hanya untukmuTambah Video
Tlah kujaga kejujuran dalam setiap nafasku
Karna demi cinta
Telah kurelakan kecewaku atas ingkarmu
Sebab kumengerti cinta itu tak mesti memiliki

Andai saja bisa kau pahami
Layaknya arti cinta sejati
Karna cinta yang sungguh
Tiada akan pernah mungkin bersyarat

Ternyata tak mampu kau melihat
Dalamnya cintaku yang hebat



Goresan Cerita

gak ngerti harus mulai nulis darimana. semua seperti mimpi yang ketika kita terjaga hilang begitu saja. aku dan kamu menyusun rangkaian cerita indah diselingi bumbu suka duka tangis bahagia sudah hampir 5 tahun lamanya. namun semua itu tiba - tiba sirna, hilang meninggalkan pedih di jiwa, mengeringkan air mata dan membuat hatiku mati rasa.

bagaikan kita membangun rumah dengan semua yang kita miliki bersama dan hanya kurang memberi atapnya namun kamu cabut pondasi beton tangguh yang membuat tiang - tiang berdiri ditempatnya. luluh lantak bagai dihempas gempa maha dasyat. linglung, bingung, putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa. semua seperti sia - sia. pengkhianatan yang membekas dan tak mungkin sembuh walau masa akan mengurai jawab dari semuanya.

aku tak punya keberanian untuk menatap cahaya matahari esok pagi karena takut sinarnya akan menyengat luka ini. aku tak berani bertemu siapa saja karena takut apa yang harus aku kata. aku tak berani bermimpi kembali karena takut akan terjaga tiba - tiba dan semua itu sirna. aku takut pada kehidupanku sendiri.

masa kritis ini aku lewati, pahitnya melebihi obat yang diberikan dokter yang harus aku minum 5bulan setiap harinya setelah aku operasi. sakitnya melebihi tusukan jarum infus yang pernah ada dikedua tangan dan kakiku ini. pedihnya melebihi nyeri dipersendian dan tulang yang pernah remuk tertumbuk. rasa ini tak terdeskripsi.

Jika boleh meminta kembalikan aku ke masa aku sebelum mengenalnya. untuk apa semua ini kalau hanya sia - sia dan tak pernah dianggap olehnya. namun hidup ini harus terus dijalani. q mulai membuka mata, mengobati luka, merekatkan serpihan hati walo tak pernah mungkin sama keadaannya seperti semula. ini realita, ada didepan mata, hadapi bukan dihindari dan disesali.

Kuatkan aku Ya Gusti..... Engkau penulis skenario ini
beri aku akhir yang terbaik walo tidak seperti drama korea yang selalu berakhir bahagia, namun aku tahu Engkau memberi apa yang aku butuhkan, bukan apa yang aku ini inginkan. pelajaran hidup terindah yang akan mendewasakan.






The Golden Goodbye

Terkadang, Anda membutuhkan
The Golden Goodbye.

Tuhan menciptakan Anda
sebagai jiwa yang dikasihi-Nya,
yang tidak direncanakan untuk dinistai
oleh orang lain atas nama cinta.

Jika dia mencintai Anda,
dia tidak akan mampu menyakiti Anda,
atau merendahkan Anda,
dan tidak akan mengkhianati Anda
dan mengatakan bahwa Anda
adalah sebab dari pengkhianatannya.

Perpisahan dari orang seperti itu
adalah perpisahan emas.

The Golden Goodbye.

Anda berhak untuk berbahagia.

Tegaslah.

Mario Teguh


........

"Jika kamu menyakiti orang lain yang mencintaimu, walau dengan kata-kata, artinya engkau sedang menancapkan paku di kayu yang lembek. Hunjamannya akan dalam sekali, dan kalaupun setelah itu menyadari dan paku itu dicabut kembali, maka bekasnya selamanya tidak akan hilang"





20 Ramadhan 14.. H

Oh teganya.........

videonya bisa dilihat disini
mo masukin videonya usah banget nie dapet kodenya
gaptek ^;^

Oh Teganya.......

akhirnya kau pun pergi
biarkan ku disini
ternyata kau juga tak punya hati
di hati tak terperi
sedih ku telan sendiri
mau marah tapinya sama siapa


kini aku disini
cuma sendiri
tiada yang mencari
sampai hati
sampai begini
kau tak peduli
oh teganya

apakah salah dan dosaku
mengapa semua tinggalkan ku
mau marah tapinya sama siapa


pedih ku tak terbendung
langit ku mendung tiada berujung
kemana berlindung
sekarang engkau pun pergi
kenapa begini hatiku sedih
ku sendiri


My Last Job in the Last Day on 2010

walau tahun baru sebenarnya gak ngaruh buatku
tapi gak papa donk share tentang job terakhir ditahun ini
yach meskipun sejak agustus harus istirahat total
karena kecelakaan yang lain waktu akan kuceritakan disini

sebenarnya biasa aja sie
design banner n kartu nama

mo lihat designya ???? [narsis 'mode on']
yach sapa tahu ada yang jago design n bisa mengkritik n ajarin aku cara bikin design yang keren n tentu saja disukai customer

let see.........

banner


wah ngeblur ya???
maklum resolusi dikecilkan biar gampang upload
:)

yang ini kartu nama



ok, sampe disini dulu sharenya

mo makan mie ayam kesukaan
sambil ngeblog menghabiskan malam
gak nyambung yach........... :)

Menulis itu candu

bagi sebagian orang yang sulit mengungkapkan perasaanya dengan lisan mungkin menulis bisa menjadi salah satu solusinya. karena pada dasarnya manusia itu tidak bisa sendirian menahan luapan emosi dan gejolak hati. manusia senantiasa menginginkan untuk berbagi. dengan berbagai karakter dan cara pandang, banyak cara dilakukan untuk menyampaikan apa yang dirasakan.

bagiku menulis adalah candu, sesuatu yang ingin aku lakukan untuk berbagi, berkeluh kesah atau hanya sekedar menyampaikan apa yang ada dalam pikiran. bukan untuk menarik simpati atau menyombongkan diri dahkan "narsis" yang mungkin seperti status2 yang tertulis juga dalam facebook atau ttwitterku.

menulis bagi obat, disaat kita tak bisa berbicara kepada orang lain. disaat kita tak mengerti apa yang terjadi dalam diri kita sendiri. disaat kita gundah dan resah namun tak tahu apa yang dipikirkan. maksudnya selain mengadu kepada Tuhan yang sudah serba tahu.

MENAMBAHKAN LAMPIRAN (attach file) DENGAN AKUN YAHOO

Terinspirasi sama pertanyaan temen - temen dan orang yang ngenet di warnetku. maka terciptala tulisan ini. sebenarnya sich simpel banget, tapi klo ditanyain terus - terusan bosen juga kan?? :)

moga aja tutorial made in "fetty" ini bisa dipahami oleh para pemula atao adik2 yang baru belajar tentang surat - menyurat elektronik ini.
karena dengan melampirkan file, tatanan yang kita atur di ms. word, excel ato power point gak akan rusak. kadang2 pada salah mengartikan. file yang udah bagus2 tatanannya, malah rusak dan jelak banget waktu di emailkan. karena di copy paste ke lembar penulisan.

Nich langkah2nya :



klo kita dah login kan kita bisa tulis surat, pasti tampilannya seperti gambar diatas. setelah kita isi "To" dengan alamat email yang mau dikirimin surat, lalu isi "subject" dengan judul surat kamu, terserah dech mo dinamain apa. habis itu klik tulisan "attach file" mungkin klo dalam bahasa indonesia "lampirkan". pokoknya yang ada gambar jepitan kertas kecil itu.

trus.........
muncul dech tampilan seperti ini
lalu tekan browse




setelah itu muncul tampilan seperti ini, dan kita pilih file mana yang akan kita lampirkan



disini kita bisa melampirkan lebih dari satu file
trus klo filenya dah ketemu klik attach file
seperti gambar yang dilingkari merah ini lho........




trus kita menunggu file ini biar ter-upload dengan sempurna... :)



tampilannya seperti gambar diatas,
semakin besar file yang dilampirkan, maka akan semakin lama menunggu dalam proses ini.
klo udah kelar uploadnya, maka akan comeback again ke tampilan tulis e-mail
seperti gambar dibawah ini :



tu kan, file yang dilampirkan sudah masuk (dilingkari merah)

klo kita masih butuh menulisakan sesuatu yang tinggal kita tambahi lagi aja tulisan di kotak buat nulis itu. klo gak, ya langsung tekan tombol send atau kirim.
dalam sekejap file yang kita kirimkan akan sampai ketujuan.
gak perlu nunggu ganti hari kan kaya pakai pos (kidding.....)
trus file kita tetep rapi dan enak dilihat.

semoga bermanfaat....





* dengan print screen seadanya


__

Ada apa dengan blogspot?

kenapa sie mo login ato lihat blog di blogspot sekarang susah banget. da aturannya yach emailnya yang digunakan harus gmail???

PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI INDONESIA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seorang manusia akan memiliki perilaku yang berbeda dengan manusia lainnya walaupun orang tersebut kembar siam. Ada yang baik hati suka menolong serta rajin menabung dan ada pula yang prilakunya jahat yang suka berbuat kriminal menyakitkan hati. Manusia juga saling berhubungan satu sama lainnya dengan melakukan interaksi dan membuat kelompok dalam masyarakat.

Perkembangan masyarakat pada abad 20 ini tidak dapat lepas dari berbagai macam pengaruh masuknya tata nilai budaya yang baru. Perubahan struktur masyarakat menyebabkan lahirnya berbagai topik kajian sosiologi. Sosiologi berasal dari bahasa yunani yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan logos berarti kata atau berbicara. Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Dalam makalah ini akan dituliskan tentang perkembangan Sosiologi sebagai ilmu di indonesia beserta penjelasan tokoh Sosiologi Indonesia atau Bapak Sosiologi Selo Soemardjan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana perkembangan Sosiologi secara umum?
  2. Bagaimana perkembangan Sosiologi di Indonesia?
  3. Siapa sajakah tokoh Sosiologi di Indonesia?

C. Tujuan Penulisan

Dalam makalah ini, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui perkembangan Sosiologi secara umum.
  2. Mengetahui perkembangan Sosiologi di Indonesia.
  3. Mendeskripsikan tokoh Sosiologi di Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Perkembangan Sosiologi Secara Global

Sebagai suatu disiplin akademis yang mandiri, sosiologi masih berumur relatif muda yaitu kurang dari 200 tahun. Istilah sosiologi untuk pertama kali diciptakan oleh Auguste Comte dan oleh karenanya Comte sering disebut sebagai bapak sosiologi. Istilah sosiologi ia tuliskan dalam karya utamanya yang pertama, berjudul The Course of Positive Philosophy, yang diterbitkan dalam tahun 1838. Karyanya mencerminkan suatu komitmen yang kuat terhadap metode ilmiah. Menurut Comte ilmu sosiologi harus didasarkan pada observasi dan klasifikasi yang sistematis bukan pada kekuasaan dan spekulasi. Hal ini merupakan pandangan baru pada saat itu.
Di Inggris Herbert Spencer menerbitkan bukunya Principle of Sociology dalam tahun 1876. Ia menerapkan teeori evolusi organik pada masyarakat manusia dan mengembangkan teori besar tentang “evolusi sosial” yang diterima secara luas beberapa puluh tahun kemudian.

Seorang Amerika Lester F. Ward yang menerbitkan bukunya “Dynamic Sociology” dalam tahun 1883, menghimbau kemajuan sosial melalui tindakan-tindakan sosial yang cerdik yang harus diarahkan oleh para sosiolog.

Seorang Perancis, Emile Durkheim menunjukkan pentingnya metodologi ilmiah dalam sosiologi. Dalam bukunya Rules of Sociological Method yang diterbitkan tahun 1895, menggambarkan metodologi yang kemudian ia teruskan penelaahannya dalam bukunya berjudul Suicide yang diterbitkan pada tahun 1897. Buku itu memuat tentang sebab-sebab bunuh diri, pertama-tama ia merencanakan disain risetnya dan kemudian mengumpulkan sejumlah besar data tentang ciri-ciri orang yang melakukan bunuh diri dan dari data tersebut ia menarik suatu teori tentang bunuh diri.

Kuliah-kuliah sosiologi muncul di berbagai universitas sekitar tahun 1890-an. The American Journal of Sociology memulai publikasinya pada tahun 1895 dan The American Sociological Society (sekarang bernama American Sociological Association) diorganisasikan dalam tahun 1905.
Sosiolog Amerika kebanyakan berasal dari pedesaan dan mereka kebanyakan pula berasal dari para pekerja sosial; sosiolog Eropa sebagian besar berasal dari bidang-bidang sejarah, ekonomi politik atau filsafat.

Urbanisasi dan industrialisasi di Amerika pada tahun 1900-an telah menciptakan masalah sosial. Hal ini mendorong para sosiolog Amerika untuk mencari solusinya. Mereka melihat sosiologi sebagai pedoman ilmiah untuk kemajuan sosial. Sehingga kemudian ketika terbitnya edisi awal American Journal of Sociology isinya hanya sedikit yang mengandung artikel atau riset ilmiah, tetapi banyak berisi tentang peringatan dan nasihat akibat urbanisasi dan industrialisasi. Sebagai contoh suatu artikel yang terbit di tahun 1903 berjudul “The Social Effect of The Eight Hour Day” tidak mengandung data faktual atau eksperimental. Tetapi lebih berisi pada manfaat sosial dari hari kerja yang lebih pendek.

Namun pada tahun 1930-an beberapa jurnal sosiologi yang ada lebih berisi artikel riset dan deskripsi ilmiah. Sosilogi kemudian menjadi suatu pengetahuan ilmiah dengan teorinya yang didasarkan pada obeservasi ilmiah, bukan pada spekulasi-spekulasi.

Para sosiolog tersebut pada dasarnya merupakan ahli filsafat sosial. Mereka mengajak agar para sosiolog yang lain mengumpulkan, menyusun, dan mengklasifikasikan data yang nyata, dan dari kenyataan itu disusun teori sosial yang baik.

Bapak Pendiri Sosiologi (The Founding Fathers Of Sosiology) yang sampai kini pikirannya masih dipakai dalam teori sosiologi, yaitu Auguste Comte, Karl Marx, Max Weber, dan Emile Durkheim. Pandangan mereka telah memberi stimulan diskusi panjang tentang pelbagai persoalan terkait dgn kehidupan ekonomi, politik, dan kebudayaan. Pandangan mereka juga digunakan dalam disiplin ilmu social lain seperti ilmu politik, ekonomi, antropologi, dan sejarah.

B. Perkembangan Sosiologi di Indonesia

Sejak jaman kerajaan di Indonesia sebenarnya para raja dan pemimpin di Indonesia sudah mempraktikkan unsur-unsur Sosiologi dalam kebijakannya begitu pula para pujangga Indonesia. Misalnya saja Ajaran Wulang Reh yang diciptakan oleh Sri PAduka Mangkunegoro dari Surakarta, mengajarkan tata hubungan antara para anggota masyarakat Jawa yang berasal dari golongan-golongan yang berbeda, banyak mengandung aspek-aspek Sosiologi, terutama dalam bidang hubungan antar golongan (intergroup relations).

Ki Hajar Dewantoro, pelopor utama pendidikan nasional di Indonesia, memberikan sumbangan di bidang sosiologi terutama mengenai konsep-konsep kepemimpinan dan kekeluargaan di Indonesia yang dengan nyata di praktikkan dalam organisasi pendidikan Taman Siswa.

Pada masa penjajahan Belanda ada beberapa karya tulis orang berkebangsaan belanda yang mengambil masyarakat Indonesai sebagai perhatiannya seperti Snouck Hurgronje, C. Van Vollenhoven, Ter Haar, Duyvendak dll. Dalam karya mereka tampak unsur-unsur Sosiologi di dalamnya yang dikupas secara ilmiah tetapi kesemuanya hanya dikupas dalam kerangka non sosiologis dan tidak sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Sosiologi pada waktu itu dianggap sebagai Ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Dengan kata lain Sosiologi ketika itu belum dianggap cukup penting dan cukup dewasa untuk dipelajari dan dipergunakan sebagai ilmu pengetahuan, terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Kuliah-kuliah Sosiologi mulai diberikan sebelum Perang Dunia ke dua diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Hukum (Rechtshogeschool) di Jakarta. Inipun kuliah Sosiologi masih sebagai pelengkap bagi pelajaran Ilmu Hukum. Sosiologi yang dikuliahkan sebagin besar bersifat filsafat Sosial dan Teoritis, berdasarkan hasil karya Alfred Vierkandt, Leopold Von Wiese, Bierens de Haan, Steinmetz dan sebagainya.

Pada tahun 1934/1935 kuliah-kuliah Sosiologi pada sekolah Tinggi Hukum tersebut malah ditiadakan. Para Guru Besar yang bertaggung jawab menyusun daftar kuliah berpendapat bahwa pengetahuan dan bentuk susunan masyarakat beserta proses-proses yang terjadi di dalamnya tidak diperlukan dalam pelajaran hukum.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, seorang sarjana Indonesia yaitu Soenario Kolopaking, untuk pertama kalinya member kuliah sosiologi (1948) pada Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta (kemudia menjadi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik UGM . Beliau memberika kuliah dalam bahasa Indonesai ini merupakan suatu yang baru, karena sebelum perang dunia ke dua semua perguruan tinggi diberikan da;am bahasa Belanda. Pada Akademi Ilmu Politik tersebut, sosiologi juga dikuliahkan sebagai ilmu pengetahuan dalam Jurusan Pemerintahan dalam Negeri, hubungan luar negeri dan publisistik. Kemudian pendidkikan mulai di buka dengan memberikan kesempatan kepara para mahasiswa dan sarjana untuk belajar di luar negeri sejak tahun 1950, mulailah ada beberapa orang Indonesia yang memperdalam pengetahuan tentang sosiologi.

Buku Sosiologi mulai diterbitkan sejak satu tahun pecahnya revolus fisik. Buku tersebut berjudul Sosiologi Indonesai oleh Djody Gondokusumo, memuat tentang beberapa pengertian elementer dari Sosiologi yang teoritis dan bersifat sebagai Filsafat.

Selanjutnya buku karangan Hassan Shadily dengan judul Sosilogi Untuk Masyarakat Indonesia yang merupakan merupakan buku pelajaran pertama yang berbahasa Indonesia yang memuat bahan-bahan sosiologi yang modern.

Para pengajar sosiologi teoritis filosofis lebih banyak mempergunakan terjemahan buku-bukunya P.J. Bouman, yaitu Algemene Maatschapppijleer dan Sociologie, bergrippen en problemen serta buku Lysen yang berjudul Individu en Maatschapppij.

Buku-buku Sosiologi lainnya adalah Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas karya Mayor Polak, seorang warga Negara Indonesia bekas anggota Pangreh Praja Belanda, yang telah mendapat pelajaran sosiologi sebelum perang dunia kedua pada universitas Leiden di Belanda. Beliau juga menulis buku berjudul Pengantar Sosiologi Pengetahuan, Hukum dan politik terbit pada tahun 1967. Penulis lainnya Selo Soemardjan menulis buku Social Changes in Yogyakarta pada tahun 1962. Selo Soemardjan bersama Soelaeman Soemardi, menghimpun bagian-bagian terpenting dari beberapa text book ilmu sosiologi dalam bahasa Inggris yang disertai dengan pengantar ringkas dalam bahasa Indonesia dirangkum dalam buku Setangkai Bunga Sosiologi terbit tahun 1964.

Dewasa ini telah ada sejumlah Universitas Negeri yang mempunyai Fakultas Sosial dan politik atau Fakultas Ilmu Sosial. Sampai saat ini belum ada Universitas yang mngkhususkan sosiologi dalam suatu fakultas sendiri, namun telah ada Jurusan Sosiologi pada beberapa fakultas Sosial dan Politik UGM, UI dan UNPAD.

Penelitian-penelitian sosiologi di Indonesai belum mendapat tempat yang sewajarnya, oleh karena masyarakat masih percaya pada angka-angka yang relative mutlak, sementara sosiologi tidak akan mungkin melakukan hal-hal yang berlaku mutlak disebkan masing-masing manusia memiliki kekhususan. Apalagi masyarakat Indonesai merupakan masyarakat majemuk yang mencakup berates suku.

C. Tokoh Sosiologi di Indonesia

Banyak nama atau orang Indonesia yang menjadi ahli atau sosiolog besar dalam perkembangan sosiologi di Indonesi. Diantaranya adalah Prof. Dr. Selo Soemardjan, Prof Dr Paulus Wirutomo dan Arief Budiman. Berikut biografi singkat dan peran – peran tokoh tersebut dalam perkembangan sosiologi di Indonesia :

1. Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Selo Soemardjan atau Bapak Sosiologi Indonesia

Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Selo Soemardjan (lahir di Yogyakarta, 23 Mei 1915 – meninggal di Jakarta, 11 Juni 2003 pada umur 88 tahun) adalah seorang tokoh pendidikan dan pemerintahan Indonesia. Beliau juga disebut sebagai Bapak Sosiologi Indonesia.

Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

Ia dikenal sangat disiplin dan selalu memberi teladan konkret. Ia ilmuwan yang meninggalkan banyak bekal ilmu pengetahuan. Sebetulnya ia sudah purnatugas di Universitas Indonesia (UI). Tapi, karena masih dibutuhkan, ia tetap mengajar dengan semangat tinggi. Ia memang seorang sosok berintegritas, punya komitmen sosial yang tinggi dan sulit untuk diam.

Ia orang yang tidak suka memerintah, tetapi memberi teladan. Hidupnya lurus, bersih, dan sederhana. Ia tokoh yang memerintah dengan teladan, sebagaimana diungkapkan pengusaha sukses Soedarpo Sastrosatomo. Menurut Soedarpo, integritas itu pula yang membuat mendiang Sultan Hamengku Buwono IX berpesan kepada putranya, Sultan Hamengku Buwono X agar selalu mendengarkan dan meminta nasihat kepada Selo kalau menyangkut persoalan sosial kemasyarakatan. Ia orang yang tidak pernah berhenti berpikir dan bertindak.

Ia seorang dari sedikit orang yang sangat pantas menyerukan hentikan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Pantas karena ia bukan tipe maling teriak maling. Ia orang orang bersih yang dengan perangkat ilmu dan keteladanannya bisa menunjukkan bahwa praktik KKN itu merusak tatanan sosial. Ia pantas menjadi teladan kaum birokrat karena etos kerjanya yang tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat.

Selama hidupnya, Selo pernah berkarier sebagai pegawai Kesultanan/Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta Raya, dan Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet Perdana Menteri, Kepala Biro III Sekretariat Negara merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksa Keuangan, Sekretaris Wakil Presiden RI Sultan Hamengku Buwono IX (1973-1978), Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983) dan staf ahli Presiden HM Soeharto.

Ia dikenal sebagai Bapak Sosiologi Indonesia setelah tahun 1959 -- seusai meraih gelar doktornya di Cornell University, AS -- mengajar sosiologi di Universitas Indonesia (UI). Dialah pendiri sekaligus dekan pertama (10 tahun) Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang FISIP) UI. Kemudian tanggal 17 Agustus 1994, ia menerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah dan pada tanggal 30 Agustus menerima gelar ilmuwan utama sosiologi.

Pendiri FISIP UI ini, memperoleh gelar profesor dari Fakultas Ekonomi UI dan sampai akhir hayatnya justeru mengajar di Fakultas Hukum UI. Ia dibesarkan di lingkungan abdi dalem Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Kakeknya, Kanjeng Raden Tumenggung Padmonegoro, adalah pejabat tinggi di kantor Kasultanan Yogyakarta. Berkat jasa sang kakek, Soemardjan- begitu nama aslinya-mendapat pendidikan Belanda.

Nama Selo dia peroleh setelah menjadi camat di Kabupaten Kulonprogo. Ini memang cara khusus Sultan Yogyakarta membedakan nama pejabat sesuai daerahnya masing-masing. Saat menjabat camat inilah ia merasa mengawali kariernya sebagai sosiolog. "Saya adalah camat yang mengalami penjajahan Belanda, masuknya Jepang, dilanjutkan dengan zaman revolusi. Masalahnya banyak sekali," tuturnya suatu ketika sebagaimana ditulis Kompas.

Pengalamannya sebagai camat membuat Selo menjadi peneliti yang mampu menyodorkan alternatif pemecahan berbagai persoalan sosial secara jitu. Ini pula yang membedakan Selo dengan peneliti lain.

Mendiang Baharuddin Lopa dalam salah satu tulisannya di Kompas (1993) menulis, "Pak Selo menggali ilmu langsung dari kehidupan nyata. Setelah diolah, dia menyampaikan kembali kepada masyarakat untuk dimanfaatkan guna kesejahteraan bersama." Lopa menilai Selo sebagai dosen yang mampu mendorong mahasiswanya berpikir realistis dan mengerti serta menghayati apa yang diajarkannya. "Pendekatan realistis dan turun ke bawah untuk mengetahui keadaan sosial yang sesungguhnya inilah yang dicontohkan juga oleh para nabi dan kalifah," tulis Lopa.

Meski lebih dikenal sebagai guru besar, Selo jauh dari kesan orang yang suka "mengerutkan kening". Di lingkungan keluarga dan kampus, dia justru dikenal sebagai orang yang suka melucu dan kaya imajinasi, terutama untuk mengantar mahasiswanya pada istilah-istilah ilmu yang diajarkannya. "Kalau menjelaskan ilmu ekonomi mudah dimengerti karena selalu disertai contoh-contoh yang diambil dari kehidupan nyata masyarakat," kenang Baharuddin Lopa.

Dalam tulisan Lopa, Selo juga digambarkan sebagai orang yang bicaranya kocak, tetapi mudah dimengerti karena memakai bahasa rakyat. Meski kata-katanya mengandung kritikan, karena disertai humor, orang menjadi tidak tegang mendengarnya.

Menurut putra sulungnya, Hastjarjo, Selo suka main. "Setiap hari selalu memainkan tubuhnya berolahraga senam. Karena terkesan lucu, cucu-cucu menganggap bapak sedang bermain-main dengan tubuhnya," tambahnya.

Sebagai ilmuwan, karya Selo yang sudah dipublikasikan adalah Social Changes in Yogyakarta (1962) dan Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963). Penelitian terakhir Selo berjudul Desentralisasi Pemerintahan. Terakhir ia menerima Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada puncak peringatan Dies Natalis Ke-52 UGM tanggal 19 Januari 2002 diwujudkan dalam bentuk piagam, lencana, dan sejumlah uang.

Pendidikan yang ditempuh oleh Selo Soemardjan adalah HIS, Yogyakarta (1921-1928), MULO, Yogyakarta (1928-1931), MOSVIA, Magelang (1931-1934), kemudian dilanjutkan di Universitas Cornell, Ithaca, New York, AS (Sarjana, 1959 Doktor, 1959)

Perjalanan karirnya meningkat setahap demi setahap sebagai berikut

- Pegawai Kesultanan/Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (1935-1949)

- Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta Raya (1949-1950)

- Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet Perdana Menteri (1950-1956)

- Sekretaris Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara (1959- 1961)

- Kepala Biro III Sekretariat Negara merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

- Sekretaris Menteri Negara Ekonomi, Keuangan, dan Industri (1966-1973)

- Sekretaris Wakil Presiden RI (1973-1978)

- Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978- 1983)

- Staf Ahli Presiden RI (1983-sekarang)

- Guru Besar Universitas Indonesia

Karya yang dihasilkan semasa hidupnya antara lain :

- Social Changes in Yogyakarta (1962)

- Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963)

- Desentralisasi Pemerintahan

Penghargaan yang diterima antara lain

- Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah 17 Agustus 1994

- Gelar ilmuwan utama sosiologi 30 Agustus 1994

- Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada puncak peringatan Dies Natalis Ke-52 UGM tanggal 19 Januari 2002

2. Prof Dr Paulus Wirutomo sang Sosiolog Pendidikan

Prof Dr Paulus Wirutomo sosiolog dan guru besar FISIP Universitas Indonesia. Pria kelahiran Solo, 29 Mei 1949, ini menamatkan sarjana sosiologi dari Universitas Indonesia, 1976. Meraih S2 bidang Perencanaan Sosial dari University College of Swansea Wales, Inggris, 1978 dan S3 bidang Sosiologi Pendidikan dari State University of New York at Albany, USA, 1986.

Dia menjabat Ketua Departemen Sosiologi FISIP UI, 2005-2009 dan Ketua Program Magister Manajemen Pembangunan Sosial Pascasarjana UI, 1997-sekarang.

Dalam wawancara dengan Kompas di ruang kerjanya di Kampus FISIP UI Depok, beberapa hari menjelang Idul Fitri 1427 H, Prof Dr Paulus Wirutomo melihat sosial saat ini masih disalahpahami. Menurutnya, pembangunan sosial saat ini masih disalahpahami. Bagi pemerintah, pembangunan sosial hanya dianggap sebagai sektor pembangunan saja. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak bisa dibenarkan.

Pasalnya, kata Paulus, pengertian pembangunan sosial yang benar itu lebih dari sekadar pembangunan sektor. Dalam pembangunan sosial, harus termuat peningkatan interaksi dan hubungan sosial dalam masyarakat. Tanpa terjadi kualitas hubungan sosial dari langkah pembangunan sosial yang diambil, sulit mengatakan adanya pembangunan sosial.

Menurutnya, bukan hanya pemerintah, tetapi sebagian besar kita masih memahami pembangunan sosial itu sekadar charity yang tidak menghasilkan uang. "Mengikuti logika pembangunan sosial sebagai sektor, maka pembangunan sosial ini membutuhkan masukan berupa penyediaan anggaran, perlu pembiayaan. Dan mengikuti pemahaman pembangunan sosial sebagai charity, maka pembangunan sosial itu dianggap sebagai sebuah langkah yang tidak menghasilkan apa pun. Atau paling tidak output-nya dinyatakan tidak menghasilkan uang," jelasnya.

Bahkan, menurut ahli sosiologi pendidikan itu, pendidikan, sama halnya dengan kesehatan dan agama yang juga dianggap pembangunan sosial, terkadang dianggap sebagai anggaran yang habis terpakai tanpa menghasilkan uang. Padahal, ujarnya, pembangunan pendidikan itu akan menghasilkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang meningkat inilah yang nantinya diharapkan akan menjadi pendorong terjadinya peningkatan kualitas hubungan sosial.

Ditanya tentang adakah usaha yang sudah dilakukan untuk memberikan pemahaman yang betul? Paulus mengatakan bahwa Departemen Sosiologi UI sudah lebih dari 10 tahun terakhir sebenarnya sudah memberikan pemahaman yang betul, melalui pembukaan program manajemen pembangunan sosial. Bahkan, menurutnya, sebenarnya Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adyaksa Dault dan Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali merupakan sebagian kecil dari orang Indonesia yang pernah mendapatkan pendidikan manajemen pembangunan sosial di pascasarjana UI.

"Dulu kita membuka program manajemen pembangunan sosial ini karena kita di UI merasakan kok Sosiologi sebagai ilmu enggak punya sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Kami membuat program lanjutan S2, terutama pada pekerja sosial, pembangunan sosial, LSM, dan Bappeda. Ketika itu, kami melihat tenaga Bappeda yang ada, SDM-nya seadanya. Ada yang diambil dengan latar belakang ekonomi, hukum, pertanian, ataupun pakar teknik. Mestinya orang sosial budaya yang punya ilmu untuk pembangunan sosial bisa menyumbangkan pengetahuannya. Dengan membuka program manajemen pembangunan sosial ini diharapkan akan lahir kader manusia Indonesia yang memahami pembangunan sosial dan punya sumbangan besar bagi pembangunan bangsa," jelasnya.

Hasilnya? "Sesudah 10 tahun, kok hasilnya masih kurang dirasakan. Saya berpikir, persoalannya terletak pada inti pembangunan sosial yang ternyata memang belum bisa ditangkap secara baik oleh masyarakat dan terutama oleh pemerintah. Sekali lagi saya tegaskan, inti dari adanya pembangunan sosial adalah kualitas interaksi sosial, dan kualitas hubungan sosial di masyarakat. Interaksi sosial itu sifatnya lebih kasat mata. Misalnya orang berkonflik dengan saling lempar batu, tetapi ada yang lebih mendalam dari interaksi sosial, misalnya hubungan itu antara buruh dan majikan, guru dan murid, rakyat dan pemerintah. Yang menyangkut hubungan kekuasaan, bagaimana kekuasaan yang Anda punya dan yang saya punya, bagaimana kekuasaan yang senjang bisa menghasilkan eksploitasi. Ini yang disebut hubungan sosial," jels Paulus.

Paulus sangat risau dengan perjalanan bangsa yang kualitas hubungan sosialnya sepertinya hanya jalan di tempat. Menurut Paulus, banyak bibit kreatif sumber daya manusia yang telah dimatikan oleh kebijakan nasional yang tidak berpihak pada usaha kreatif. Padahal, usaha kreatif ini mampu memberikan sumbangan yang sangat besar bagi kemajuan bangsa.

Dia memisalkan: Si A baru lulus kuliah dari teknik industri dan berhasil memproduksi ataupun menciptakan alat pertanian, katakanlah pacul. Persoalan pertama yang dihadapi si A, dia tidak punya dana untuk memproduksi ciptaannya. Sistem perbankan yang ada tidak memungkin-kannya meminjam dari bank karena tidak punya jaminan. Solusi yang mungkin si A lakukan jika tetap ingin memproduksi idenya adalah meminjam uang dari saudara, kenalan, atau dari rentenir. Katakanlah dia berhasil mendapatkan pinjaman dana, lantas dia memulai produksi pacul ciptaannya. Apa yang terjadi kemudian, pemerintah mengimpor pacul dalam jumlah banyak dan dijual dengan harga lebih murah dari harga jual buatan si A. Jelas produksi si A tidak laku, kalah bersaing, dan akhirnya terpaksa menutup usaha produksinya yang menjadi produk kreatif anak bangsa. Karena tutup usaha pada saat belum berkembang, si A meninggalkan utang, hidupnya terbelit utang. Cita-citanya pupus dan tidak banyak yang bisa dilakukannya.

Dia berharap pemerintah sebagai pengambil kebijakan memberikan dukungan pada usaha-usaha anak bangsa yang kreatif untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. "Persoalan ini tidak sulit kalau memang pemerintah mau dan punya keberpihakan pada usaha kreatif. Inilah yang harus dilakukan sekarang, yaitu membuat kebijakan nasional yang berpihak pada usaha kreatif. Tanpa ini, saya kira, bangsa ini akan tetap seperti sekarang, kualitas hubungan sosialnya tidak meningkat," katanya.

3. Arief Budiman Sosiolog Lokal yang Melangkah ke Dunia Internasional

Doktor sosiologi yang terlahir dengan nama Soe Hok Djin ini meninggalkan status sebagai dosen di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, pasca kerusuhan Mei 1998. Kemudian bersama istri Leila Ch. Budiman bermukim dan mengajar di Universitas Melbourne, Australia. Dia agaknya belum mau menghentikan sedikitpun suara kritisnya. Sejak masih muda lelaki keturunan Tionghoa ini sudah berani mengkritisi kebijakan Presiden Soekarno bahkan turut turun ke jalanan berdemosntrasi bersama mahasiswa menumbangkan Orde Lama.

Dia adalah kakak kandung Soe Hok Gie yang meninggal dunia sebagai tokoh pergerakan mahasiswa. Kendati turut menumbangkan Orde Lama namun justru di masa Soeharto sepak terjang dan sikap kritisnya semakin menjadi-jadi terlebih setelah berstatus dosen Program Studi Pembangunan di UKSW, Salatiga. Pemerintahan yang diwariskan kepada B.J. Habibie pun tak luput dari kekritisannya yang dia sebut tak lebih sebagai perpanjangan Orde Baru.

Bahkan hingga pemerintahan sudah jatuh ke tangan koleganya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, suara kritisnya tetap nyaring terdengar. Media massa pada suatu masa pernah ramai memuat kritiknya kepada Gus Dur ketika menjelang di ujung tanduk kekuasaan. Arief ketika itu menyarankan sebagai upaya untuk bisa bertahan Gus Dur jangan lebih banyak membuat musuh melainkan harus berkoalisi.

Akhirnya dia merelakan diri dihujani kritik bahkan makian tatkala kritik pedas terbarunya disampaikan tentang kepemimpinan Presiden Megawati Soekarno Putri dan PDI Perjuangan yang dianggapnya sebagai partai yang rusak dan kacau. Banyak simpatisan partai berlambang kepala banteng bulat dalam lingkaran putih itu menyebutkan pakar sosiologi lulusan Harvard University itu sebagai tidak nasionalis karena banyak bicara di luar dan mengkritik namun memilih bermukim di luar negeri.
Dia lalu menjelaskan makna dan pengertian nasionalisme sesungguhnya yang menurutnya dalam praktek sangat rentan terhadap manipulasi. Jadi tentang nasionalisme harus dilihat siapa yang menggunakan dan untuk kepentingan apa.

Namun secara teoritis kata Arief nasionalisme adalah persatuan secara kelompok dari suatu bangsa yang mempunyai sejarah yang sama, bahasa yang sama, dan pengalaman bersama. Tetapi definisi seperti itu jarang terjadi. Yang biasa terjadi adalah pemakaian pengertian nasionalisme secara spesifik sehingga rentan terhadap manipulasi. Karena nasionalisme terkadang dipakai untuk bermacam-macam hal maka pengertiannya harus pula dilihat kasus per kasus.

Mengatasnamakan nasionalisme untuk dikaitkan dengan amandemen dan penolakannya oleh sejumlah kalangan, misalnya, menurut Arief bisa relevan tetapi bisa juga tidak. Disebutkan, diartikan seakan-akan nasionalisme adalah negara kesatuan tetapi dalam negara kesatuan itu terdapat eksploitasi. Terhadap Jakarta yang mengambil terlalu banyak oleh daerah yang tidak kebagian meminta jatah dan tetap pula tidak dipedulikan yang berarti tidak ada nasionalisme di situ. Oleh mereka yang memperjuangkan nasionalisme kemudian berpendapat, “justru mungkin Republik Indonesia akan lebih dipersatukan bila menjadi negara serikat atau federal state.”

Dicontohkan, negara Australia tempatnya bermukim sekarang kuat sekali nasionalismenya sebab tiap negara bagian mempunyai pemerintahan masing-masing seperti juga di Amerika Serikat. Jadi, menurutnya, sama sekali tidak benar jika Republik Indonesia dipertahankan hanya kalau berbentuk negara kesatuan. Karena masalah sebenarnya adalah kepentingan, apakah kepentingan dari banyak orang terpelihara atau tidak. Dalam banyak kasus ternyata kepentingan lebih banyak orang akan semakin terpelihara jika negara berbentuk federal di mana kesatuan yang berpusat di Jakarta tidak diperlukan lagi.

Penyederhanaan nasionalisme menjadi sebentuk negara kesatuan adalah bermotif keinginan Jakarta mempertahankan hegemoni terhadap daerah. Lalu, mereka yang seakan-akan mau bebas dan tidak mau tunduk kepada Jakarta dianggap melawan nasionalisme. Padahal itu hanyalah pengatasnamaan seakan-akan Jakarta adalah seluruh Republik Indonesia dan dimaksudkan untuk mendapatkan untung bagi sebagian elit di Jakarta.

Amandemen Undang-undang Dasar 1945 dalam kacamata Arief Budiman umumnya adalah memperbaiki yang lama. Seperti pemilihan presiden langsung suatu hal yang baik masalahnya presiden hanya bisa dicalonkan oleh partai sehingga beresiko menimbulkan oligarki. Harusnya ada juga peluang untuk pencalonan presiden, gubernur, dan bupati secara independen. Adalah kemajuan bahwa presiden dipilih oleh rakyat secara langsung tetapi buntutnya masih dipegang oleh orang-orang yang punya vested interest dalam partai.

Kemajuan lain amandemen adalah dihapuskannya wakil militer di parlemen sejak tahun 2004. Militer yang seharusnya profesional itu jika ingin berpolitik maka berpolitiklah secara pribadi. Piagam Jakarta terutama Pasal 29 UUD 1945 tentang agama dalam pengertian yang sesungguhnya adalah tidak terjadi kemunduran karena yang dipertahankan adalah yang lama. Arief menyimpilkan secara keseluruhan terjadi progresi dalam amandemen sehingga bisa memberikan tambahan optimisme.

Dia menyebutkan pada dasarnya konstitusi harus selalu diperbaharui dan yang berhak menentukan perubahan itu harus rakyat sendiri misalnya melalui semacam referendum khusus untuk hal-hal yang kontroversial. Konstitusi merupakan sesuatu yang dinamis dan mencerminkan kepentingan rakyat pada kurun waktu tertentu. Kepentingan bisa berubah karena waktu dan tempat juga berubah demikian pula lingkungan ikut berubah.

UUD 45 yang dibuat oleh para pendiri bangsa belum tentu cocok untuk keadaan selanjutnya. UUD 45 dibuat masih dalam keadaan kacau dan darurat sehingga sangat dibutuhkan pemerintahan yang kuat. Demikian pula soal hal asasi manusia belum dimasukkan karena sesungguhnya deklarasi HAM baru keluar tahun 1948 sehingga baru masuk dalam Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang sudah tidak digunakan.

Arief menilai penolakan terhadap negara federal dahulu terjadi pada zaman Republik Indonesia Serikat (RIS) sebab ide federal dipakai oleh Belanda hanya sebagai alat pemecah-belah berbeda dengan jika sekarang yang dibuat oleh bangsa sendiri Belanda-nya saja sudah tidak ada lagi. Tentang federal, menurut Arief antara Megawati dengan militer setara punya mitos-mitos yang tidak bisa ditawar tanpa penjelasan yang baik.

Arief Budiman berpendapat bahwa rumusan umum nasionalisme adalah tatkala semua pihak mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Dalam definisi demikian apapun bisa masuk, semisal, jika negara kesatuan adalah sesuatu yang penting untuk mengembangkan bangsa maka itu adalah nasionalisme.

Demikian pula jika ada orang yang mengatakan bahwa negara federal akan lebih baik bagi kepentingan meningkatkan kesejahteraan semua sebagai bangsa maka itu juga nasionalisme. Seandainya harus berperang pun dengan Australia jika itu berguna untuk memperbaiki bangsa adalah nasionalisme juga. Tetapi jika semuanya tidak berguna maka menjadi tidak nasionalis. Nasionalisme adalah tujuan yang bisa dicapai dengan bermacam cara termasuk dalam hal amandemen konstitusi apakah perubahan itu baik bagi bangsa ini atau tidak.

Posisi nasionalisme dalam kasus pengusiran TKI dari negeri Malaysia, misalnya, menurut Arief Budiman kasusnya lebih banyak disebabkan karena kesalahan diplomasi serta kesemrawutan Departemen Luar Negeri dan pemerintah Indonesia mengurus warganya di luar negeri. Tanpa kata nasionalisme pun adalah kewajiban membela warga negara yang pergi sebagai orang miskin sebab tidak bisa hidup di negeri sendiri. Mestinya yang dipersoalkan kenapa orang-orang TKI itu cari makan di luar negeri yang lalu secara menyakitkan diusir oleh negara yang juga sama-sama mengalami kesulitan oleh karena kedatangan TKI itu. Kepada TKI itu kenapa tidak bisa diberikan pekerjaan.

Seiring dengan itu sebagai orang Salatiga Arief Budiman ikut pula merasakan sentimentil sejenis milik para TKI yang ingin pulang ke kampung halaman sebab merasa sudah capek berbicara bahasa Inggris terus-menerus bahkan hingga bermimpi pun memakai bahasa Inggris. Bagi dia Salatiga adalah tetap sebagai tanah air. Meskipun dia merasa bukan patriot bahkan jika harus merasa bukan Indonesia sekalipun bagi dia pun bukan masalah yang penting Salatiga adalah tetap sebagai tanah air.

Dia tetap ingin pulang ke Indonesia. Selain karena teman-temannya ada di Indonesia dia kalau ngomong berbahasa Indonesia dia rasakan lebih puas termasuk kalau ngomong lelucon atau ngomong jorok lebih plong rasanya sebab emosi keluar semua. Semua itu telah membuat dia rindu selalu terhadap Indonesia walau dia anggap itu bukanlah sebagai patriotisme atau nasionalisme. Tetapi karena dilahirkan di Indonesia, kecil diIndonesia, teman-temannya di Indonesia termasuk bahasa yang dia pakai ketika pertama kali menyatakan emosi adalah bahasa Indonesia memberi dia alasan untuk rindu Indonesia. Karenanya pada hari tua Arief Budiman akan lebih senang berada di Indonesia. Dia mempersilakan kalau sikapnya itu bisa disebut sebagai nasionalisme..

Perubahan-perubahan yang terjadi di Indonesia dilihat oleh Arief Budiman sebagai sebuah pergerakan sejarah yang tetap memberi harapan. Arief pernah mengalami hidup di zaman Soekarno demikian pula Soeharto termasuk masa reformasi. Jika pada zaman Soeharto saja dia masih punya harapan maka harapan itu menjadi lebih setelah sekarang Soeharto jatuh. Progresi yang terjadi dia lihat banyak sekali sehingga memberi harapan yang lebih besar daripada di masa Soeharto. Progresi yang terjadi itu misalnya pers yang bebas serta demokrasi yang mulai ada meskipun masih kacau. Sekarang segala sesuatunya menjadi lebih mungkin untuk terjadi hanya saja bangsa ini masih berada di tengah-tengah masalah yang masih segudang



BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Istilah sosiologi untuk pertama kali diciptakan oleh Auguste Comte dan oleh karenanya Comte sering disebut sebagai bapak sosiologi. Istilah sosiologi ia tuliskan dalam karya utamanya yang pertama, berjudul The Course of Positive Philosophy, yang diterbitkan dalam tahun 1838.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya para raja dan pemimpin di Indonesia sudah mempraktikkan unsur-unsur Sosiologi dalam kebijakannya begitu pula para pujangga Indonesia.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, seorang sarjana Indonesia yaitu Soenario Kolopaking, untuk pertama kalinya member kuliah sosiologi (1948) pada Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta (kemudia menjadi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik UGM .

Dewasa ini telah ada sejumlah Universitas Negeri yang mempunyai Fakultas Sosial dan politik atau Fakultas Ilmu Sosial. Sampai saat ini belum ada Universitas yang mngkhususkan sosiologi dalam suatu fakultas sendiri, namun telah ada Jurusan Sosiologi pada beberapa fakultas Sosial dan Politik UGM, UI dan UNPAD.

Banyak nama atau orang Indonesia yang menjadi ahli atau sosiolog besar dalam perkembangan sosiologi di Indonesi. Diantaranya adalah Prof. Dr. Selo Soemardjan, Prof Dr Paulus Wirutomo dan Arief Budiman


DAFTAR PUSTAKA

http://pengantar-sosiologi.blogspot.com/2009/04/bab-1-sejarah-perkembangan-sosiologi.html diakses tanggal 02 Februari 2010

http://id.wikipedia.org/wiki/Selo_Soemardjan diakses tanggal 02 Februari 2010

http://learning-of.slametwidodo.com/2008/02/01/struktur-ketergantungan-dan-moda-produksi/#more-70 diakses tanggal 02 Februari 2010

http://organisasi.org/definisi-pengertian-sosiologi-objek-tujuan-pokok-bahasan-dan-bapak-ilmu-sosiologi diakses tanggal 03 Februari 2010

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/p/paulus-wirutomo/index.shtml diakses tanggal 03 Februari 2010

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/arief-budiman/index.shtml diakses tanggal 03 Februari 2010