PENCEMARAN SUARA
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita semua tahu, saat ini kita lebih banyak dieksploitasi dengan terlalu banyak suara lebih dari masa apapun dalam sejarah. Kehidupan modern sepertinya jadi perjuangan yang tak berkesudahan untuk melawan hiruk-pikuk yang kian meningkat. Saat berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suara binatang peliharaan, suara AC, televisi, dan banyak hal lain. Saat berada di jalan, kita juga mendengar keriuhan lain: proyek pembangunan, suara kendaraan umum yang menderu dan musik yang dinyalakan orang lain.
Sekitar 16,8 persen dari total penduduk Indonesia mengalami gangguan pendengaran pada 1996. Survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia terhadap 20.000 orang di tujuh provinsi itu mencatat bahwa sekitar 38 juta penduduk Indonesia terganggu pendengarannya.
Melihat hasil penelitian dari berbagai ahli dan penemuan dalam kehidupan sehari–hari tentang dampak kebisingan atau pencemaran suara inilah seharusnya diambil langkah – langkah yang tepat untuk menanggulangi salah satu polusi yang dianggap tidak begitu berdampak dibanding dengan polusi air, tanah dan udara yang sekarang ini dengan jelas terlihat dalam kehidupan kita sehari–hari.
Dalam makalah ini penulis ingin menyajikan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pencemaran suara. Selain itu, penulis juga akan menguraikan bagaimana cara untuk menanggulangi pencemaran suara yang efeknya secara tidak sadar telah menggangu kehidupan manusia.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas maka masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan pencemaran suara?
2. Apa yang menyebabkan pencemaran suara?
3. Apa saja dampak dari pencemaran suara?
4. Bagaimana menanggulangi dampak pencemaran suara?
C. Tujuan Penulisan
Dalam makalah ini, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui definisi pencemaran suara.
2. Mengetahui sebab – sebab pencemaran suara.
3. Mengetahui dampak dari pencemaran suara.
4. Mengetahui cara menanggulangi dampak pencemaran suara.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Polusi / Pencemaran Suara
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.
Jadi, pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan. Tingkat kebisingan terjadi bila intensitas bunyi melampui 70 desibel (dB).
B. Penyebab Pencemaran Suara
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Sifat polutan adalah:
1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi.
2. Merusak dalam jangka waktu lama.
Dalam pencemaran suara, kebisingan yang dialami sehari – hari tanpa sadar merupakan faktor utama terjadinya pencemaran suara. Apalagi pada era modern seperti sekarang ini banyak sekali alat – alat yang menggunakan mesin yang berbunyi bising serta penggunaan gadget yang bisa memutar bunyi dengan earphone yang suaranya langsung mengenai gendang telinga tanpa ada perantara merupakan suatu hal yang beresiko mengakibatkan pencemaran suara.
Saat berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suara binatang peliharaan, suara AC, televisi, dan banyak hal lain. Saat berada di jalan, kita juga mendengar keriuhan lain: proyek pembangunan, suara kendaraan umum yang menderu dan musik yang dinyalakan orang lain. Di kabin mobil, kapal laut, dan pesawat terbang menimbulkan suara mesin yang menderu. Juga di pabrik atau tempat kerja yang memakai kipas angin besar, kompresor, trafo, dan pompa. Di hotel, perkantoran, atau apartemen biasanya saluran udaranya mengeluarkan bising.
Sebagai contoh beberapa kebisingan yang menyebabkan kebisingan yang kekuatannya diukur dengan dB atau desibel adalah
1. Orang ribut / silat lidah = 80 dB
2. Suara kereta api / krl = 95 dB
3. Mesin motor 5 pk = 104 dB
4. Suara petir = 120 dB
5. Pesawat jet tinggal landas = 150 dB
C. Dampak Pencemaran Suara
Tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Menurut WHO, tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada
ekosistem lain.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan.
Menurut penelitian, musik berirama keras, hingga 'berlimpah ruah' berdampak dramatik pada psikologi. Selain berakibat merusak gendang pendengaran, menurut Dr. Luther Terry, mantan peneliti di Badan Bedah AS, yang melakukan penelitian adanya akibat negatif terkait suara yang bising, proses pendengaran melibatkan: kontruksi jantung, peredaran darah, meningkatkan kerja hati, pernafasan yang meningkat, menghambat penyerapan kulit dan tekanan kerangka otot, sistem pencernaan berubah, aktivitas yang berhubungan dengan kelenjar yang memberi pertanda pada zat-zat kimia dalam tubuh termasuk darah dan air seni, efek keseimbangan organ. Juga keseimbangan efek perasa dan perubahan kimia di otak. Itu semua merupakan sebagian dari efek suara bising pada manusia.
Terry juga mengungkapkan adanya efek negatif suara gaduh dalam perkembangan janin. Penelitian menemukan pula, kalau setelah terpapar suara berkekuatan tinggi, seperti suara pesawat yang tinggal landas atau tempat kerja yang sangat ramai, tekanan darah meningkat hingga 30%. Pengaruh negatif bertambah dengan adanya kenyataan tekanan darah meningkat dalam tingkat yang tinggi, bahkan saat paparan suara bising berakhir.
Mungkin Anda memilih untuk tak tinggal di dekat bandara agar tak terkena dampak buruk kebisingan lalu litas pesawat. Meski demikian, suara gaduh lain yang mungkin kita pertimbangkan secara moderat memang memiliki pengaruh. Sebuah penelitian di Jerman menemukan, bahwa tinggal di daerah yang bising dan jalanan yang sibuk memungkinkan mengakibatkan serangan jantung sebesar 20%, lebih tinggi dari pada orang-orang yang tinggal di daerah tenang.
Studi tersebut menghubungkan permasalahan dalam mendengarkan, juga dipengaruhi oleh kebisingan. Selain itu, suara gaduh juga dapat berpengaruh pada anak-anak dalam belajar bicara, membaca, dan dalam menangkap pelajaran di sekolah. Pengaruh yang sama juga telah didokumentasikan pada orang-orang yang tinggal di dekat bandara, dekat rel kereta api dan jalan besar. Ketidakmampuan untuk mendengar dan memahami segala yang diajarkan guru dapat diartikan sebagai kwalitas yang menyedihkan, dan bahkan dapat meningkatkan tingkat ketidaklulusan di sekolah.
Lebih jauh lagi, polusi suara juga membawa dampak pada tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. Sebuah studi mengamati respon seorang pejalan kaki saat seseorang meminta bantuan di tempat yang gaduh. Sementara ditengah kebisingan suara mesin pemotong rumput yang meraung di sekitar, ada seseorang wanita yang patah tulang menjatuhkan bukunya, tak seorangpun datang untuk memberikan bantuan. Namun pada saat mesin pemotong rumput yang bersuara ribut dimatikan, dan kejadian yang sama diulang, beberapa pejalan kaki berhenti guna memberi bantuan pada wanita ini.
Dari uraian diatas, dampak pencemaran suara biasanya hanya menyebabkan gangguan–gangguan kecil yang tidak begitu dirasakan oleh makhluk yang tercemari. Pencemaran suara yang bersifat terus-menerus dengan tingkat kebisingan di atas 80 dB itulah yang dapat mengakibatkan efek atau dampak yang merugikan kesehatan manusia dan juga menimbulkan kerugian secara materi karena dengan kesehatan yang terganggu maka produktivitas kerja akan menurun.
D. Cara Menanggulangi Pencemaran Suara
Dari uaraian diatas tentang begitu berbahayanya pencemaran suara yang menyebabkan berbagai gangguan pada manusia, kini banyak digunakan sistem kendali bising yang aktif. Menurut Dr Ir Bambang Riyanto Trilaksono MSc, peneliti dan dosen pada Departemen Teknik Elektron, Institut Teknologi Bandung (ITB), secara konvensional bising diredam dengan memakai bahan-bahan peredam.
Bahan tersebut ditempatkan di sekitar sumber bising atau di dinding ruang yang intensitas bisingnya mau dikurangi. Sayangnya, kendali bising pasif hanya efektif pada frekuensi tinggi. Jika pada frekuensi rendah diterapkan sistem ini, bahan peredam yang dibutuhkan akan lebih berat dan tebal. "Ini meningkatkan biaya, bahkan kadang-kadang membuat sistem sulit diimplementasikan," kata Bambang.
Pada dasarnya pengendali bising aktif adalah peredam bising dengan menggunakan sumber suara yang dikendalikan dan melawan sumber bising yang tidak dikehendaki.
Bambang menjelaskan, prinsip yang digunakan dalam kendali bising aktif (active noise control/ANC) adalah interferensi destruktif antara bising dan suatu sinyal suara lain, lazimnya disebut antisound). Sistem ini membangkitkan sinyal yang fasanya berlawanan dengan bising yang mau diredam.
Meskipun sederhana dalam teori, prinsip ini sulit pada prakteknya. Penyebabnya karena karakteristik sumber bising akustik dan lingkungan selalu berubah terhadap waktu, frekuensi, amplitudo, dan fasa. Selain itu, kecepatan suara bising tidak stasioner.
Selain itu kini di perkantoran, hotel atau apartemen di kota – kota besar yang dekat dengan lalu lintas utama atau dekat bandara yang dirasa lingkungannya mempunyai kebisingan yang tidak bisa ditolerir oleh pendengaran manusia, maka Direktur Jendera Bina Marga sejak tahun 1999 mencanangkan bangunan peredam bising. Dimensi Bangunan Peredam Bising tersebut antara lain :
a. Tinggi minimal 2,75m (makin tinggi kemampuan redaman makin baik).
b. Tebal dinding minimal 10 cm.
Sedangkan Bahan bangunan peredam bisik
a. Penggunaan bahan untuk mereduksi bising adalah dari hasil olahan industri berupa beton ringan agregat yang disebut ALWA berupa konblok (masif) dengan komposisi campuran: Semen : Pasir : ALWA= 1 : 4 : 4
b. Dimensi konblok ALWA dapat dicetak menurut ukuran pabrik, sebagai berikut: (30 x 10 x 15) atau (30x15x15)cm
c. Bahan selain ALWA seperti Bata Merah atau Batako harus dengan rancangan khusus untuk memperoleh kemampuan redaman bising yang baik.
Secara terus menerus program ini terus disosialisasikan oleh pemerintah dalam upayanya mengurangi polusi suara
Kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah dalam menanggulangi polusi suara dan polusi udara adalah mengendarai mobil dengan sistem 3 in 1 yaitu dalam satu mobil minimal harus diisi dengan 3 orang, agar keributan yang terjadi akibat kemacetan, asap dan desing suara mesin tidak terlalu memadati jalan raya. Selain itu yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengurangi penjualan kendaraan bermotor, karena hal ini merupakan salah satu pemacu terjadinya kebisingan di jalanan. Karena melihat kenyataan sekarang ini, setiap individu tidak lepas dari kendaraan bermotor.
Dari setiap individu pun kesadaran akan pentingnya pengurangan polusi suara harus lebih digalakkan. Misalnya dengan tidak terlalu banyak memakai alat elektronik yang menimbulkan suara bising, tidak berteriak dalam berbicara atau tidak mendengarkan musik dengan earphone dengan sangat keras. Karena secara tidak langsung hal itu bisa mengurangi kelelahan otak dalam mendengar.
Dari pabrik atau lembaga–lembaga penemuan teknologi baru, seharusnya memikirkan juga tentang efek samping terhadap mesin yang menimbulkan suara gaduh. Pihak produsen seharusnya memasang peredam suara dalam setiap poduknya sehingga kebisingan dapat diminimalisir.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kehidupan modern sepertinya jadi perjuangan yang tak berkesudahan untuk melawan hiruk-pikuk yang kian meningkat. Dimanapun kita berada kita selalu mendengar kebisingan yang secara tidak sadar juga mengganggu kinerja tubuh kita. Walaupun tidak begitu mendapat perhatian seperti 3 pencemaran lain, pencemaran suara merupakan suatu yang sangat penting untuk dikaji karena dampaknya kian hari kian terlihat.
Banyak gangguan yang diakibatkan oleh pencemaran suara diantaranya mulai dari konsentrasi yang kurang sampai meninggal akibat kebisingan yang diterima dalam jangka waktu yang lama dan secara tidak langsung mengajak otak untuk mengubah cara kerja organ tubuh.
B. Saran
Untuk meminimalisir polusi suara ini ada berbagai cara yang bisa dilakukan yaitu dengan meredam bising yang tidak diinginkan dengan suara yang menenangkan, pembangunan bangunan peredam bising, meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor, peralatan elektronik dan pemberian peredam suara oleh pabrik untuk produknya yang dirasa menimbulkan kebisingan yang melewati ambang batas pendengaran manusia.
DAFTAR PUSTAKA
http://gurungeblog.wordpress.com/2009/01/13/polusi-atau-pencemaran-lingkungan/ diakses 21 Januari 2009
http://id.wikipedia.org/wiki/Polusi_suara diakses 21 Januari 2009
http://organisasi.org/pengertian_definisi_arti_efek_dampak_dan_penyebab_pencemaran_suara_pada_pencemaran_lingkungan_hidup_dan_tubuh_manusia diakses 23 Januari 2009
http://www.kapanlagi.com/a/dampak-buruk-dan-dampak-baik-suara-i.html diakses 23 Januari 2009
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/23/16481222/Awas.Bising.Mengganggu.Pendengaran diakses 24 Januari 2009
http://www.google.co.id/#hl=id&q=PEDOMAN+PERENCANAAN+TEKNIK+BANGUNAN+PEREDAM+BISING&meta=&aq=f&oq=PEDOMAN+PERENCANAAN+TEKNIK+BANGUNAN+PEREDAM+BISING&fp=5be454f7189800bf diakses 24 Januari 2009
TEKSTIL CINA DI INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Produk asal China mengancam jaringan perdagangan tekstil nasional yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu. Intervensi produk China menyebabkan industri tekstil dan produsen garmen nasional mati satu per satu setelah kehilangan pasar di dalam negeri.
Demikian kesimpulan Kompas setelah menelusuri perdagangan tekstil di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Khusus di Gedung Blok A Pasar Tanah Abang, sebagian besar barang yang dijual secara grosir berasal dari China. Keberadaan produk tekstil asal China telah menggusur produk tekstil dan garmen nasional yang sebenarnya sudah memiliki jaringan kuat hingga ke pelosok Tanah Air. Peran tekstil dan garmen nasional memudar karena pasar di dalam negeri direbut oleh produk China.
Fenomena inilah yang menjadi perhatian penulis untuk menulis makalah ini karena keprihatinan oleh gencarnya produk Cina yang mengancam industri dan perdagangan tekstil lokal. Bagaimanakah keberlangsungan tekstil dalam negeri jika masalah ini tidak segera diatasi dan diperhatikan, bukan hanya oleh pemerintah dan orang – orang yang bergerak dalam bidang tekstil. Tapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia yang merupakan konsumen tekstil dan mempunyai peran yang besar dalam penentuan kehidupan tekstil Indonesia kedepannya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas maka masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut :
- Bagaimana prosedur atau cara masuknya tekstil Cina sampai ke Indonesia?
- Bagaimana perdagangan tekstil Cina di pasaran Indonesia?
- Apa dampak yang ditimbulkan oleh tekstil Cina bagi tekstil dalam negeri?
- Apa cara yang harus dilakukan untuk menghadapi gempuran tekstil Cina?
C. Tujuan Penulisan
Dalam makalah ini, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
- Mengetahui prosedur atau cara masuknya tekstil Cina sampai ke Indonesia?
- Mengetahui perdagangan tekstil Cina di pasaran Indonesia.
- Mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh tekstil Cina bagi tekstil dalam negeri.
- Mengetahui cara yang harus dilakukan untuk menghadapi gempuran tekstil Cina.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Masuknya Tekstil Cina Ke Indonesia
Masuknya produk tekstil dari Cina yang sekarang ini marak mengisi pasar–pasar baik modern maupun tradisional sempat meresahkan banyak pedagang, pekerja dan pengusaha tekstil Indonesia. Ada beberapa cara barang tekstil Cina berharga murah tersebut bisa sampai di Indonesia salah satunya adalah pelaksanaan ACFTA 2010.
Pelaksanaan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) 2010 mulai berlaku sejak 1 januari 2010. ACTA menggunakan prinsip perdagangan bebas, Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.
Pemerintah telah membangun kesepakatan internasional dengan cina terkait dengan area perdangan bebas antara Cina dan Negara-negara ASEAN, atau yang kita sering sebut dengan China-Asean Free Trade Aggrement (CAFTA). Kesepakatan tersebut dilakasanakan oleh Pemerintah di Bandar Seri Begawan, Brunei, pada tanggal 6 November Tahun 2001 silam. Logika kesepakatan perdagangan bebas yang dibangun dengan Cina tersebut, tidak lebih dari upaya Negara-negara maju dalam memperluas pangsa pasar produknya, yang mana disisi lain justru mematikan indsutri domestic Negara berkembang. Pemerintah ketika itu melontarkan 3 (tiga) alasan utama mengapa kesepakatan CAFTA ini diambil, yakni : Pertama, penurunan dan penghapusan tarif serta hambatan nontarif di China membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan volume dan nilai perdagangan ke negara yang penduduknya terbesar dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Kedua, penciptaan rezim investasi yang kompetitif dan terbuka membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi dari China. Dan Ketiga, peningkatan kerja sama ekonomi dalam lingkup yang lebih luas membantu Indonesia melakukan peningkatan capacity building, technology transfer,dan managerial capability.
Jauh sebelum perjanjian itu terlaksana, pada kenyatannya tekstil Cina sudah mulai membanjiri pasar dalam negeri. Masuknya barang–barang tersebut ke Indonesia baik melalui impor legal dan impor ilegal.
Penyelundupan tekstil tampaknya makin seperti lampu merah. Menurut asosiasi pertekstilan indonesia (API), menjelang lebaran 2009 kemarin saja sudah 200 kontainer berisi produk tekstil diselundupkan, sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp. 100 miliar. Bahkan, setealh itu ditemukan bahwa di pelabuhan cina dan singapura, sebanyak 197 kontainer tekstil ilegal siap diberangkatkan ke indonesia.
Data berdasarkan hasil penyelidikan API yang dilansir belum lama itu tentu sangat memprihatinkan. Dengan gampangnya, gelombang demi gelombang tekstil selundupan menerjang pelabuhan Indonesia, untuk kemudian bertebaran di pasar domestik. Perkembangan ini jelas bisa menghancurkan produksi tekstil dalam negeri.
Sudah begitu, modus penyelundupannya pun kian bervariasi. Contohnya, kasus penyelundupan tiga kontainer berisi tekstil yang baru-baru ini dibongkar pihak Bea dan Cukai Merak, Banten. Produk tekstil sebanyak 22 koli dan 97 rol dari Korea itu ternyata dicampur dengan barang yang dikatakan diimpor secara pribadi. Ada lagi beberapa kasus penyelundupan tekstil yang masuk melalui Pelabuhan Belawan, Batam, dan Tanjung Balai Karimun. Semua tekstil selundupan berasal dari Singapura, Korea, dan terutama Cina, tutur Toto Dirgantoro staf Ahli Kepelabuhan dan Kepabeanan di API.
B. Perdagangan Tekstil Cina Di Indonesia
Sebagai tahap awal para importir China akan mengincar pasar tekstil di Jakarta (Tanah Abang) dan Surabaya (Pasar Turi). Sedangkan yang menyedihkan lagi, sampai saat ini para produsen tekstil Indonesia masih belum melakukan apa-apa, termasuk melakukan penjajakan agresif di pasar China. Importir Cina akan membuat basis di dua kota yaitu Surabaya yang memasok tekstil untuk wilayah timur Indonesia dan Jakarta yang memasok tekstil untuk wilayah barat Indonesia,
Selain itu, para produsen (importir) tekstil China akan melakukan dukungan dana atau pembiayaan bagi para pedagang yang akan menjual produk-produk tekstil asal China di kawasan Tanah Abang. Jadi akan sulit dihindari produk China membanjiri pasar Tanah Abang sebagai salah satu sentra pasar tekstil terbesar itu.
Bahkan, produk tekatil buatan China saat ini sudah masuk ke bursa penjualan tekstil Pasar Klewer dan Pusat Grosir Solo (PGS) yang merupakan pusat perdagangan tekstil terbesar di Jawa Tengah. Sekarang ini kedua pusat perdagangan tekstil itu sudah diserbu tekstil produk China.
Jadi, saat ini pasar domestik benar – benar dipenuhi oleh barang tekstil dari Cina yang berharga lebih murah. Persaingan yang ketat akan terus terjadi dalam perdagangan tekstil di seluruh Indonesia karena sentra–sentra perdagangan tekstil mulai diincar dan diduduki oleh importir Cina.
C. Dampak Tekstil Cina Bagi Tekstil Dalam Negeri
Harga yang lebih murah memang terasa menggiurkan bagi konsumen tekstil di Indonesia. Apalagi dengan bahan atau model–model yang bagus juga mendorong cepatnya penjualan tekstil cina di indonesia. Apalagi didukung dengan diberlakukannya ACFTA yang tidak memungut biaya impor sama sekali semakin meramaikan produk Cina dipasaran lokal. Tapi apakah industri nasional mampu bertahan dengan serbuan produk-produk Cina yang lebih murah dari produk lokal?
"Bombardir" produk China yang bebas masuk ke Indonesia lebih banyak mendatangkan kerugian daripada keuntungan. Khususnya bagi para pelaku industri lokal.
Pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati, mengatakan bahwa pasar bebas ini tak sepenuhnya mendatangkan keuntungan. Untuk beberapa sektor industri, kerja sama ini justru mengancam. Ia menekankan, angka ekspor yang lebih rendah dibandingkan impor selama 5 tahun terakhir turut menjadi faktor yang meresahkan. "Rendahnya nilai ekspor dibandingkan impor cukup mengkhawatirkan ketika kita masuk ke area pasar bebas," ujar Nini, pada diskusi mingguan Trijaya "ASEAN-China Free Trade Area" di Jakarta, Sabtu (9/1/2010).
Industri manufaktur, menurut Nina, merupakan sektor industri yang paling terancam. Mengapa? Industri seperti tekstil, garmen, dan alas kaki dikenal sebagai sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Dengan gempuran produk China yang cenderung lebih murah, hal itu dikhawatirkan justru mematikan produk lokal. Biaya produksi di Indonesia tergolong tinggi sehingga harga pasar pun lebih tinggi dibandingkan harga produk China. Sehingga kalangan industri lokal yang menengah ke bawah merasa resah dengan fenomena ini.
Keresahan itu sangat beralasan. Pasalnya, harga jual produk tekstil China memiliki selisih lebih murah sekitar 15 persen ke atas dibandingkan harga produk lokal. Oleh sebab itu, jika kondisi itu berlangsung terus menerus, ke depan dipastikan industri tesktil lokal akan gulung tikar.
Setali tiga uang dengan kondisi tersebut, industri tekstil besar yang menjual produknya ke pasar ekspor juga akan mengalami persaingan yang semakin lebih ketat dari negara lain. Baik, persaingan harga, kualitas, biaya produksi maupun lainnya.
Produk asal China mengancam jaringan perdagangan tekstil nasional yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu. Intervensi produk China menyebabkan industri tekstil dan produsen garmen nasional mati satu per satu setelah kehilangan pasar di dalam negeri.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta Hasan Basri menyayangkan jika jaringan tekstil nasional rusak akibat produk impor China. Mata rantai produk garmen nasional dibangun dengan sistem konsinyasi mulai dari hulu dan terikat berdasarkan asas kepercayaan sejak puluhan tahun.
”Jaringan tekstil nasional sangat istimewa karena pedagang bisa melakukan bisnis tanpa modal, cukup dengan kepercayaan. Semua perdagangan tekstil di hilir dibiayai oleh industri tekstil dengan memberikan konsinyasi selama empat bulan,” ujar Hasan.
Ia menambahkan, dahulu pengusaha tekstil memberikan bahan kepada produsen garmen dengan waktu pembayaran empat bulan. Kemudian, pengusaha garmen menyerahkan barang ke Pasar Tanah Abang dengan jangka waktu pembayaran dua bulan. Barang mengalir ke pasar di daerah dengan pembayaran dalam jangka waktu satu bulan.
Jadi, jaringan industri tekstil di Indonesia sangat kuat tanpa memerlukan dana segar. Akan tetapi, begitu tekstil China masuk, mulai berlaku hukum rimba sehingga hanya pedagang bermodal kuat yang bisa bertahan.
Jaringan bisnis impor dari China dilakukan dengan pola pembayaran tunai. Saat ini pedagang yang tetap bertahan di jalur garmen lokal lebih karena ketiadaan modal. Nilai bisnisnya pun dari tahun ke tahun terus menurun.
Imbasnya bukan hanya mengenai pedagang yang ada dipasar – pasar besar yang menjadi sentra tekstil di Indonesia tapi juga mempengaruhi seluruh pedagang dalam negeri terutama dari pihak pengusaha tekstil serta ribuan tenaga kerjanya juga terancam kehilangan pekerjaan.
Jadi, secara tidak sadar keikutsertaan pemerintah Indonesia dalam perjanjian ACFTA sangat merugikan masyarakat Indonesia sendiri dan tidak berprinsip pada ekonomi kerakyatan yang dijadikan patokan pemerintah Indonesia dalam kebijakan ekonominya.
D. Cara Menghadapi Serbuan Tekstil Cina
Masuknya tekstil Cina secara ilegal, sudah menjadi perhatian pihak bea Cukai sejak lama. Dalam program kerjanya, mereka telah menerjunkan tim – tim yang mengawasi pelabuhan di seluruh Indonesia terutama pelabuhan yang berpontensi besar memasukkan barang – barang ilegal. Namun tetap saja para importir ilegal tersebut lebih cerdik dibanding para petugas Bea Cukai. Pemalsuan tanda tangan petugas yang jabatannya lebih tinggi menjadi salah satu cara mereka mengelabui petugas di pelabuhan. Selain itu penggunaan nama fiktif perusahaan importir juga salah satu cara mereka untuk berkelit dari kasus hukum jika terjadi penangkapan di pelabuhan atau razia di kelautan Indonesia. Penegakan oknum–oknum dan peningkatan pengamanan di pelabuhan merupakan salah satu cara mengurangi masuknya barang tanpa izin.
Selain itu, dengan diberlakukannya ACFTA yang menjadikan 0% biaya impor produk Cina juga harus dikaji ulang oleh pemerintah Indonesia untuk mengadakan perjanjian ACFTA atau perjanjian lain yang serupa dengan ini. Karena tujuan–tujuan pemerintah dengan penandatangan perjanjian ini seperti yang ditulis diawal menyimpang dari kenyataan yang terjadi di lapangan.
Tujuan Pertama yaitu penurunan dan penghapusan tarif serta hambatan nontarif di China membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan volume dan nilai perdagangan ke negara yang penduduknya terbesar dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia ternyata tidak sesuai yang diharapkan, yang terjadi malahan produk Cina yang membanjiri perdagangan tekstil di Indonesia karena bagi Cina, Indonesia merupakan pasar yang bagus karena penduduk yang banyak dan konsumtif untuk memasarkan produksi mereka yang melimpah.
Kedua, penciptaan rezim investasi yang kompetitif dan terbuka membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi dari China. Investasi yang diharapkan ditanam di Indonesia dan bisa menyerap tenaga kerja justru tidak terlaksana. Karena barang – barang yang diimpor ke dalam negeri merupakan barang jadi yang tinggal dipasarkan. Jadi manfaat investasi yang diharapkan pemerintah Indonesia ternyata malah merugikan sektor industri dan perdagangan lokal dengan modal terbatas.
Dan Ketiga, peningkatan kerja sama ekonomi dalam lingkup yang lebih luas membantu Indonesia melakukan peningkatan capacity building, technology transfer,dan managerial capability. Untuk tujuan ketiga ini mari kita menunggu apa yang akan terjadi dengan pembangunan, teknologi dan manajemen untuk kemajuan industri dan perdagangan dalam negeri.
Selain dari faktor pemerintahan, dari pihak pengusaha dan pedagang lokal seharusnya lebih mawas diri. Kalau dari tenaga kerja kita memang murah, tapi dari bahan baku tekstil cenderung lebih mahal dari Cina. Oleh sebab itu, dari pihak produsen bahan baku sampai pedagang produk jadi yang hanya sebagai pengecer juga harus dibenahi strukturnya. Penciptaaan inovasi dalam model, motif dan bahan tekstil juga sangat diperlukan. Agar tercipta ketahanan nasional dalam bidang pertahanan tesktil yang mumpuni sehingga tekstil lokal tidak mudah goyah.
Selain itu, dari pihak konsumen yaitu masyarakat Indonesia harus pintar dalam memilih produk yang akan dipakai. Pemikiran lebih panjang dalam memilih produk lokal walaupun dengan harga yang sedikit lebih mahal tetapi menjadi penolong bagi ekonomi indonesia juga perlu diperhatikan. Sehingga program cinta produk dalam negeri tidak hanya menjadi slogan dala iklan dan kampanye di televesi tetapi penerapannya juga harus digalakkan. Dengan cara itu, dengan sendirinya produk lokal akan kembali menguasai pasar dan bisa mengikuti persaingan perdagangan bebas yang terlanjur disetujui.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masuknya produk tekstil dari Cina yang sekarang ini marak mengisi pasar–pasar baik modern maupun tradisional sempat meresahkan banyak pedagang, pekerja dan pengusaha tekstil Indonesia. Ada beberapa cara barang tekstil Cina berharga murah tersebut bisa sampai di Indonesia salah satunya adalah pelaksanaan ACFTA 2010.
Sebagai tahap awal para importir China akan mengincar pasar tekstil di Jakarta (Tanah Abang) dan Surabaya (Pasar Turi). Sedangkan yang menyedihkan lagi, sampai saat ini para produsen tekstil Indonesia masih belum melakukan apa-apa, termasuk melakukan penjajakan agresif di pasar China. Importir Cina akan membuat basis di dua kota yaitu Surabaya yang memasok tekstil untuk wilayah timur Indonesia dan Jakarta yang memasok tekstil untuk wilayah barat Indonesia. Tak ketinggalan Pasar Klewer yang merupakan sentra tekstil di Jawa Tengah juga diserbu produk tekstil Cina. banyak masalah dan kekhawatiran yang timbul akibat perdagangan bebas ini.
B. Saran
Karena pemerintah telah memberanikan diri mengikuti perdagangan bebas ini maka yang harus dilakukan adalah melakukan pertahanan dari dalam negeri yaitu para pelaku perekonomian itu sendiri terutama oleh industri dan pedagang tekstil. Dan yang tak kalah pentingnya, konsumen juga harus memilih produk lokal untuk tetap mempertahankan ekonomi dalam negeri.
DAFTAR PUSTAKA
http://review-a001.blogspot.com/2010/01/asean-china-free-trade-agreement-acfta.html diakses tanggal 26 Januari 2010
http://www.majalahtrust.com/verboden/debat/441.php diakses tanggal 26 Januari 2010
http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=CVNWCwZSDgEG diakses tanggal 27 Januari 2010
http://reposaja.blogspot.com/2010/01/tekstil-china-mulai-banjiri-pasar.html diakses tanggal 27 Januari 2010
http://www.mail-archive.com/tionghoa-net@yahoogroups.com/msg08937.html diakses tanggal 27 Januari 2010
http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2009/12/03/201441/china-incar-tanah-abang-dan-turi/ diakses tanggal 29 Januari 2010
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/01/09/10134596/Produk.China.Bombardir.Indonesia..Apa.Kabar.Produk.Lokal diakses tanggal 29 Januari 2010
.B.O.S.A.N.
mengungkap misteri - misteri dan makna - makna aktivitas yang dilakukan
merenungi apa yang dimiliki
apa yang harus diraih
bosan hal wajar untuk jeda sebentar
bersyukur atas apa yang telah datang
tapi................
bosan kadang sangat menyebalkan
bikin orang mengada - ada dalam pikiran
mengingkari nikmat yang terkucurkan
melakukan yang tak terencanakan
huh........
hidup adalah pilihan
hidup adalah pemaknaan
hidup adalah perencanaan
so.........??????


gak jelas........
semua gak jelas
aku bingung
mana yang harus kupikirkan
semua menuntut waktu, menuntut pikiran, menuntut hati untuk gelisah
baru sebentar saja aku lega
merasakan tenangnya jiwa
ada saja cobaan - cobaan yang datang
letih rasanya
tapi ini jalan yang kutentukan
aku harus bisa mengatasi semua ini sendiri
tanpa mengeluh, tanpa menangis
karna jalan keluar itu selalu ada
tapi........
optimis itu juga bertepi
aku jadi bimbang sendiri
entahlah.....
biarlah usahaku, waktuku dan pikiranku
yang akan menentukan kemana kaki ini akan melangkah
walaupun serba gundah
hidup adalah pilihan
hidup adalah pengorbanan
hidup adalah pertaruhan
kadang tak masuk akal dan tak bisa dinalar
tapi semua harus teteap berjalan
semoga kaki ini tak goyah dalam melangkah
semoga pikiran ini tak lelah
dan semoga hati dan jiwa ini bisa tabah
Berita Duka
Tapi memang umur manusia tiada yang tahu. Walaupun dengan duka cita yang dalam, semua ikhlas menerimanya. semoga diterima di sisi Allah dengan tenang dan diampuni semua dosa - dosanya serta diterima semua amal ibadahnya.
Amiiiiiiiiiiinnnnnnnn....................................

